Tampilkan postingan dengan label motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivation. Tampilkan semua postingan

Cerita Seekor Kambing dan Dua Remaja yg Cantik Hatinya

Senin, 15 Oktober 2012 17:38 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Ada dua kakak-adik perempuan, satu namanya Puteri (usia 13 tahun, SMP), satu lagi namanya Ais (usia 16 tahun, SMA). Mereka tidak beda dengan jutaan remaja lainnya, meski tdk berlebihan, juga ikutan gelombang remaja yg menyukai budaya populer saat ini, seperti lagu2, boyband, film2, dsbgnya. Kabar baiknya, dua anak ini memiliki pemahaman yg
baik, berbeda, dan itu akan menjadi bagian penting dalam cerita ini.

Suatu hari, guru agama di sekolah Puteri menyuruh murid2nya utk membuat karangan tentang berkurban. Ini jadi muasal cerita, jika murid-murid lain hanya sibuk membaca sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, lantas menulis karangan, Puteri, entah apa pasal, memasukkan cerita hebat itu sungguh2 dalam hatinya. Tercengang. Dia bahkan bertanya pd orang tuanya, di meja makan, apakah keluarga mereka pernah berkurban. Setelah saling tatap sejenak, orang tua mereka menggeleng, tidak pernah. Ayah mereka buruh pabrik, Ibu mereka karyawan honorer, ibarat gentong air, jumlah rezeki yg masuk ke dalam gentong, dengan jumlah yg keluar, kurang lebih sama, jd mana kepikiran untuk berkorban.

Puteri memikirkan fakta itu semalaman, dia menatap kertas karangannya, bahwa keluarga mereka tidak pernah berkorban, padahal dulu, Nabi Ibrahim taat dan patuh mengorbankan anaknya. Bagaimana mungkin? Tidakkah pernah orang tua mereka terpikirkan untuk berkorban sekali saja di keluarga mereka? Puteri mengajak bicara kakaknya Ais. Dan seperti yg saya bilang sebelumnya, dua anak ini spesial, mereka memiliki pemahaman yg baik, bahkan lebih matang dibanding orang2 dewasa. Maka, mereka bersepakat, mereka akan melakukan sesuatu.

Uang jajan Puteri sehari 8.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 4.000 utk jajan dan keperluan lain. Uang jajan Ais, 10.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 6.000, juga utk jajan dan keperluan lain. Mereka bersepakat selama enam bulan ke depan hingga hari raya kurban, akan menyisihkan uang jajan mereka. Puteri memberikan 2.000, Ais memberikan 3.000 per hari.

Enam bulan berlalu, mereka berhasil mengumpulkan uang 1,1 juta rupiah. Menakjubkan. Sebenarnya dari uang jajan, mereka hanya berhasil menabung 600.000, mereka juga harus mengorbankan banyak kesenangan lain. Membeli buku bacaan misalnya, seingin apapun mereka memiliki novel2 baru, jatah bulanan utk membeli buku mereka sisihkan, mending pinjam, atau baca gratisan di page/blog, sama saja. Mereka juga memotong besar2an jatah pulsa dari orang tua, itu juga menambah tabungan. Juga uang hadiah ulang tahun dari tante/om/pakde/bude. Alhasil, enam bulan berlalu, dua minggu sebelum hari raya kurban, mereka punya uang 1,1 juta.

Aduh, ternyata, saat mereka mulai nanya2, harga kambing di tempat penjualan2 kambing itu minimal 1,3 juta. Puteri sedih sekali, uang mereka kurang 200rb. Menunduk di depan barisan kambing yg mengembik, dan Mamang penjualnya sibuk melayani orang lain. Tapi kakaknya, Ais, yg tidak kalah semangat, berbisik dia punya ide bagus, menarik tangan adiknya utk pulang. Mereka survei, cari di internet. Tidak semua harga kambing itu 1,3 juta. Di lembaga amil zakat terpercaya, dengan aliansi bersama peternakan besar, harga kambing lebih murah, persis hanya 1.099.000. Dan itu lebih praktis, tdk perlu dipotong di rumah. Dan tentu saja boleh2 saja nyari harga kambing yg lebih murah sepanjang memenuhi syarat kurban. Senang sekali Puteri dan Ais akhirnya membawa uang tabungan mereka ke counter tebar hewan kurban tsb. Uang lembaran ribuan itu menumpuk, lusuh, kusam, tapi tetap saja uang, bahkan aromanya begitu wangi jika kita bisa mencium ketulusan dua kakak-adik tsb.

Mereka berdua tdk pernah bercerita ke orang tua soal kurban itu. Mereka sepakat melupakannya, hanya tertawa setelah pulang, saling berpelukan bahagia. Dua bulan kemudian, saat laporan kurban itu dikirim lembaga amil zakat tersebut ke rumah, Ibunya yang menerima, membukanya--kedua anak mereka lagi main ke rumah tetangga, numpang menonton dvd film, Ibunya berlinang air mata, foto2, tempat berkurban, dan plang nama di leher kambing terpampang jelas, nama Ibunya.

Itu benar, dua kakak-adik itu sengaja menulis nama ibunya. Itu benar, dua kakak-adik itu ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Tapi di atas segalanya, dua kakak-adik itu secara kongkret menunjukkan betapa cintanya mereka terhadap agama ini. Mereka bukan memberikan sisa2 utk berkorban, mereka menyisihkannya dengan niat, selama enam bulan.

Itulah kurban pertama dr keluarga mereka. Sesuatu yg terlihat mustahil, bisa diatasi oleh dua remaja yg masih belia sekali. Besok lusa, jika ada tugas mengarang lagi dari gurunya, Puteri tdk akan pernah kesulitan, karena sejak tahun itu, Ibu dan Ayah mereka meletakkan kaleng di dapur, diberi label besar2: 'Kaleng Kurban' keluarga mereka.

*Kurang 12 hari lagi hari raya kurban, semoga ada yg tergerak setelah membaca cerita ini. Jika kita menghabiskan uang 100rb lebih setiap bulan utk pulsa internetan, dll, maka tidak masuk akal kita tdk punya uang utk berkorban. Belum lagi ratusan ribu buat makan di luar, nonton, jutaan rupiah buat beli gagdet, pakaian, dll. Begitu banyak rezeki, nikmat dari Tuhan, jangan sampai seumur hidup kita tdk pernah berkurban. Beli pulsa itu setelah menabung utk kurban, bukan sebaliknya berkurban datang dari sisa2 beli pulsa.
 
-- Repost dari facebook darwis tere liye Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan bagi diri saya dan semua yang membacanya.

Be Patient!

Rabu, 15 Agustus 2012 21:51 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar

“Orang sabar disayang Allah”

“Yang sabar ya, ini cobaan dari Allah”

Di dalam kehidupan, mungkin kita pernah mendengar kata-kata di atas. Saat kita ditimpa musibah, saat kita merasa disakiti oleh orang lain, saat kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Di saat itulah kita harus bersabar.

Berpegang pada keyakinan bahwa segala kejadian itu ada hikmah yang bisa diambil, tentu kita harus bisa membuka mata, hati dan pikiran kita. Kita harus bisa melihat hikmah dari semua sisi, baik itu sisi negatif maupun sisi positif. Kemudian kita harus bersabar, tidak menyerah, dan terus berusaha. Whatever happening to you, life still keep going.
 
Namun, terkadang kita merasa sudah terlalu sering bersabar. Kita lelah untuk bersabar. Kita lelah menunggu tanpa tahu apa yang kita tunggu. Kita berpikir bahwa tidak ada yang didapatkan dari bersabar. Hingga kita berpikir bahwa Allah tidak memberikan kita apapun, padahal kita telah banyak bersabar.

Bila kita pernah berpikiran seperti itu, satu hal yang tetap harus kita pegang teguh yaitu percaya. Kita harus tetap percaya pada Allah Swt. Kita harus percaya pada keyakinan awal kita bahwa semua kejadian itu ada hikmah yang bisa diambil. Allah Swt. berfirman dalam Surat Hud (11) ayat 115 berikut ini.

115. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan. 

Tetap bersabarlah, teman! Tetap percaya! Karena sebenarnya perjuanganmu tidak sia-sia, kesabaranmu tidak sia-sia :) Dan tentunya kesabaranmu harus disertai perjuangan tanpa kenal lelah!


My Mind Relax Myself

Minggu, 15 Juli 2012 15:17 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 1 komentar
I love how my mind can make me feel relax.

I don't know, when I have a problem, I want to cry and I ask "Why does this thing happened to me?" I feel like everything seems unfair. I envy with others who get better luck than me. I don't even know who should I talk my problem to. I pity myself to have this problems. I'm angry to myself that I can not be strong. I'm weak. I cry.

Then, those mind come to me. It gives me positive energy. It ask me to always have a positive thinking. It teaches me that this problem is the way that must be taken to be mature. It commands me not only to see up side, but also down side where you can feel grateful. It makes me understand that everyone in this world have their own problem. It reminds me about 'God give you problem because God know that you can solve the problem'. Those mind stop my cry, those mind make me confident. Those mind make to be happy :)


And thank you to my mind that can make me relax.

Jadilah yang nomor satu!

Senin, 20 Februari 2012 20:22 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Jadilah yang nomor satu! 

Itulah kalimat yang dikatakan oleh Ayah Edy di suatu acara di salah satu channel TV Indonesia. Saat aku menonton, acara tersebut sedang membahas cita-cita anak Indonesia yang kebanyakan hanya berputar-putar di situ saja. Dokter, polisi, insiyur. Mungkin semua profesi itu lebih kelihatan 'bergengsi' bagi anak-anak. Namun, sebenarnya kembali lagi ke pertanyaan, kenapa ingin menjadi dokter? Kebanyakan menjawab karena ingin sukses. Namun ternyata untuk menjadi sukses itu lebih baik menjadi yang 'spesifik'. Contohnya ada seorang anak yang ditanya:

"Apa cita-citamu?"
"Penari" jawab anak tersebut.
"Kamu senengnya nari apa? Mau jadi penari apa?"
"Hmm, nari hip hop" jawab anak itu lagi.
"Kalo begitu mungkin kamu bisa mengasah kemampuan menari kamu di bidang hip hop balinese, karena penari di bisang itu masih jarang"
"Tapi ingat, kamu harus bisa menjadi nomor satu dalam bidang tersebut!"

Kalimat itu lagi. Menjadi nomor satu. Apakah sepenting itu untuk menjadi nomor satu? Mengapa kita harus menjadi nomor satu? Kemudian, kalimat itu dilanjutkan dengan sebuah ilustrasi:

"Kalian tau siapa presiden Amerika?"
(semua anak-anak berebutan menjawab) "Tau! Tau! Barack Obama kan!" semuanya berteriak menjawab.
"Bagus! Nah, sekarang pertanya kedua.... kalian tau siapa wakil presiden Amerika?"
(semua anak-anak diam)
 "Ehmm, itu sih anu kan?" pembawa acaranya pun bingung dengan jawabannya. Entah lupa, entah memang tidak tahu.

Wakil presiden itu masih punya jabatan. Jabatan yang mungkin banyak orang ingin mendudukinya. Jadi, seberapa besar jabatan yang kita punya, tapi yang selalu diingat, yang selalu dikenal adalah si nomor satu.

(Just another inspiration for me that motivate me to always be number one, but if I can not at least I must give my best, do my best -- Hanya sebuah inspirasi untuk saya yang memotivasi saya untuk menjadi nomor satu, tetapi apabila saya tidak bisa setidaknya saya harus memberikan yang terbaik, melakukan yang terbaik)

-- posting ini diinspirasi oleh suatu acara di salah satu channel TV di Indonesia yang pernah saya tonton.

Alasan Belajar?

Minggu, 04 September 2011 21:07 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
"Ketika saya tidak mempunyai persoalan khusus yang harus dipecahkan oleh pikiran saya, saya sering mengumpulkan dan menyusun kembali bukti-bukti dan teorema matematika dan fisika yang telah lama saya kenal. Tidak ada maksud dan tujuan lain; itu semata hanyalah kesempatan bagi saya untuk terus memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir." -- Albert Einstein

Oke, udah baca kalimat di atas?
Jadi kalimat itu gue temuin di buku cetak fisika gue.Tepatnya di cover belakang. Rencananya gue mau ngerjain PR *alhamdulillah, virus rajin lgi datang* Dan, kenyataannya saudara-saudara, gak ada satu soal pun yang berhasil gue kerjain #gubrak HAHA. Mau gimana lagi gue udah buka tuh buku tapi pas baca soalnya gue gak bisa Emang ya derita banget kalo gak ada kemampuan otak kayak albert einstein #eh

Alhasil, bukunya gue tinggalin dan gue pindah duduk di depan laptop. Dan gak tau gimana ceritanya, buku fisika itu tiba-tiba ada di samping gue. Nah lo? Kayaknya gue emang disuruh tobat ya -__- Beneran, bukan gue kok yang mindahin. Gue gak tau kenapa, tiba2 bukunya udah ada disitu. Atau emang mungkin bukunya gue tinggalin di situ kali ya? Gak tau deh. Pendek cerita, kepala gue noleh ke kiri, ceritanya mau liat TV yang lagi nyiarin pertandingan Indonesia All star vs AC Milan yang buat miris nontonnya. Gak tau kenapa gue juga ngeliat buku itu. Dan gue baca tulisan itu. Iya, tulisan yang gue ketik di atas. Kalimatnya si tuan Albert Einstein itu saudara-saudara.

Gue baca kalimat itu. Terus yang gue pikirin setelah baca kalimat itu. Andai gue anaknya Albert Einstein, setidaknya punya kesenangan belajar seperti dirinya. "Hanyalah kesempatan bagi saya untuk terus memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir" Coba kalimat itu depannya ditambahin kata 'belajar'. Tepat! Kalimat itu menjadi "Belajar hanyalah kesempatan bagi saya untuk terus memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir" Sayangnya kalimat ini, bukan gue banget! Tapi, gue tetep berharap dan berdoa semoga kalimat ini suatu saat nanti bisa gue ucapin dan gue buktiin. Amin. *cieeee

Nah, dari kalimat ini gue juga jadi mikir *alhamdulillah, akhirnya gue mikir juga di liburan ini* apakah ini 'alasan belajar' yang selama ini gue cari-cari sampe gue rela mendaki gunung, lewati lembah, menyebrangi samudera, hidup di kutub utara? oke, ini lebay. Tapi beneran, waktu belajar yang susah-susah contohnya kayak logaritma, mempelajari seluk-beluk sel dan-keluarga-pelajaran-susah-lainnya gue kadang nanya "buat apa sih belajar ini susah-susah, kan gak dipake juga nanti dalam kehidupan?" Gue tau emang pemikiran gue rendah banget kok. Tapi, abis baca kalimat si tuan einstein, jawaban dari pertanyaan itu mulai mekar. Mekar seindah bunga raflesia, yang sayangnya gue pun gak tau gimana bunga raflesia mekar -__-

Jadi, apakah belajar itu buat memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir?
Hmm, kalo buat memenuhi kesenangan kayaknya gue gak setuju. Kesenangan dipenuhi dengan cara belajar? Hayoo, siapa yang udah gitu, ajarin gue dong biar bisa memenuhi kesenangan dengan belajar. Tapi gak tau kalo tiba-tiba ada keajaiban yg dateng ke gue dan membuat gue senang belajar. Gue harap keajaiban itu bisa dateng sekarang. Uweee, hebat banget kalo suatu saat gue nulis hobi gue belajar mtk, fisika, kimia, biologi dan pelajaran-lainnya.
Terus buat 'kebutuhan berpikir'. Nah, kayaknya gue lebih setuju sama yang ini. Belajar itu buat memenuhi kebutuhan otak, berpikir. Jadi mempelajari logaritma, seluk-beluk sel dan-keluarga-pelajaran-susah-lainnya itu buat kebutuhan berpikir otak. *Emang gak ada tujuan lain ya? Menurut lo? 

Setidaknya, kalo sekarang gue nanya buat apa belajar? Gue dapet satu jawaban, yaitu buat kebutuhan berpikir. Walaupun gue tau jawaban ini bisa disangkal dengan kalimat "tapi kan, berpikir gak cuma didapat dari belajar" dan sangkalan-sangkalan lainnya. ya tapi biarinlah, intinya pencarian gue selama ini berbuah, yaitu :

Alasan mengapa kita belajar itu adalah buat memenuhi kebutuhan berpikir!

Belajar untuk memenuhi kebutuhan berpikir. So, can you find another reason why do we have to study? Just share it ;)

Pelajaran dari Anak Kecil

Selasa, 09 Agustus 2011 20:44 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Salah satu yang saya kagumi dari anak kecil adalah kepolosan dan rasa riang yang mereka miliki. Mereka terasa seperti tanpa beban.
Jujur, saya lupa bagaimana saya dulu waktu kecil. Apakah memang seperti mereka juga? Entahlah.
Tapi di sini saya hanya akan bercerita mengenai anak kecil yang saya temui.

Saya bertemu dengan mereka di masjid. Dua orang anak kecil yang kelihatannya mereka adalah kakak-adik. Mereka duduk berdekatan dengan sang ibu. Urutan tepatnya ibu, adik dan kakak. Si adik dan kakak sedang memakan snack. Di depan mereka juga terdapat anak kecil yang melihat ke arah mereka yang sedang makan snack itu. Tiba-tiba (gak tiba2 juga sih sebenernya) si adik membuka tas dan mengeluarkan snack lagi. Lalu dia memberikannya kepada anak yang berada di depannya.

Pelajaran 1 : Memberi dengan ikhlas
Begitu mudahnya anak tersebut memberi. Tidak seperti kebanyakan orang yang lebih banyak berpikir dalam memberikan sesuatu sehingga akhirnya tidak jadi memberi. Sepertinya saya juga seperti ini #astaghfirullah

Kemudian (saya tidak tahu apakah mereka memang telah akrab sejak lama atau baru saja akrab). Mereka segera bermain bersama. Mereka bermain dengan semangat, berlari-lari, bertepuk-tepuk, mengobrol. Seperti tak ada rasa takut yang mereka hadapi. 

Pelajaran 2 : Lakukan sesuatu dengan semangat dan Jangan pernah takut.
Hmmm, sebenernya ini agak ambigu ya. Jadi, maksud saya, anak kecil itu selalu terlihat semangat saat bermain, nah, alangkah baiknya kalo kita, yang bukan anak kecil lagi, juga semangat dalam beraktivitas, tentu aktivitas yang baik. Terus kalo masalah tentang jangan pernah takut itu, biasanya semakin seseorang tumbuh maka ia akan semakin takut melakukan sesuatu yang baru, karena mereka sudah semakin kenal dengan yang namanya resiko. Kebanyakan orang, yang bukan anak kecil lagi, terlalu banyak memikirkan resiko yang akan terjadi sehingga menyebabkan mereka takut. Kalo anak kecil sih kebanyakan lakuin aja tanpa takut, justru kebanyakan orang tua yang takut kalo anaknya kenapa-kenapa. Padahal anak kecil itu sendiri dengan santainya bertindak.
Gitu deh pokoknya, bingung juga sebenernya + males jelasin panjang-panjang ^^v
Ternyata, kecelakaan kecil terjadi. Akibat mereka bermain berlari-lari, si adik pun jatuh dan menangis dengan kencangnya. Seperti umumnya tangisan anak kecil, bersuara besar, tetapi air mata yang jatuh sedikit (?) Kedua anak kecil yang lebih tua segera menenangkan. Cup cup, jangan nangis lagi ya. Mana? Kena apa? Apa yang sakit? Ya udah nanti kita gak usah main lari-larian lagi ya.

Pelajaran 3 : Kasih sayang
Ya pokoknya kasih sayang! Liat tuh anak kecil aja udah tahu namanya kasih sayang. Semoga setiap orang di dunia ini; laki-laki perempuan, tua muda, hitam putih dll, memiliki yang namanya kasih sayang. Let's make a peace world. (bener gak sih? pokoknya mau ngomong, mari ciptakan dunia yang damai)

Si ibu langsung memarahi si anak. Ibu itu tidak memarahi dengan omongan yang keras. Tetapi dia mencubit si kakak dan memarahinya dengan keras tapi suara kecil (?) Sontak saya gak setuju. Soalnya saya tahu bagaimana rasanya dimarahi kayak itu. Kalo saran saya seharusnya ibunya itu gak marah gitu, ngomongin aja ke anaknya baik-baik, insya allah, akan lebih baik. (Tapi gak tau sih, ini cuma saran dari seorang anak, mungkin kalo saya nanti udah jadi ibu, beda kali ya :p)

Pelajaran 4 : Kemarahan bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah
Udah cukup jelas kan? Perlu digaris bawahi ini cuma menurut saya pribadi sih. Kalo memang ada yang beda pendapat, itu wajar :) Tapi, menurut saya, marah itu bukan jalan untuk menyelesaikan masalah.

Okedeh, sekian pelajaran yang dapat saya ambil saat saya bertemu anak kecil dan memerhatikan mereka. Saya yakin kalian pernah mendapat pelajaran dari orang lain. Mind to share, please? :)

Salju Gurun

Sabtu, 30 Juli 2011 20:44 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Di hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang.

Di lingkungan gurun yang serba serupa, untuk apa lagi menjadi kaktus. Sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar di mana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lansekap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase. Sekalipun rasanya kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini.

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekadar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau... berbeda.

--dikutip dari buku  "Filosofi Kopi" karangan Dewi Lestari

Surat Kecil untuk Tuhan

Jumat, 15 Juli 2011 08:23 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 1 komentar
Hello :D
Akhirnya, kemaren gue hidup juga di luar rumah.  Eh salah. Hmmm, maksudnya akhirnya gue pergi juga ke International Plaza. Eh bukan deh yang bener, akhirnya gue nonton di bioskop lagi. Eh udah ah, daripada pusing langsung aja ke inti cerita.

Kemaren gue ke luar rumah pergi ke International Plaza buat nonton 'Surat Kecil untuk Tuhan' (nah, kalo gini lebih enak kan kalimatnya?). Oke, seperti biasa gue telat masuk bioskop -_- Katanya mulai jam 13.30. Eh, taunya udah mulai lebih cepet. Jadi, waktu gue sama adek  gue masuk udah sampe bagian keke sama andy jadian. Gak tau deh udah lewat berapa menit.

Film itu menceritakan perjuangan seorang anak perempuan bernama Gita Sesa Wanda Cantika, yang biasa dipanggil Keke, melawan kanker ganas. Penyakitnya itu bernama Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak). Perjuangannya itu cukup membuahkan hasil. Untuk beberapa waktu, kanker ganas tersebut berhasil dilawannya. Namun, kanker ganas tersebut ternyata tidak benar-benar lenyap dari tubuhnya. Kanker ganas itu menyerang dirinya kembali, sehingga dia tidak kuat lagi melawan kanker ganas tersebut.

Kalo menurut gue, filmnya standar. Iya, maksudnya gak bagus-bagus amat tapi juga gak jelek. *gak tau deh kenapa gue bilang gitu* Walaupun gitu, film ini berhasil membuat air mata gue keluar. Gue nangis pas bagian sahabat-sahabatnya yang sangat baik dan peduli itu terus pas kakaknya yang paling tua itu berhenti buat hura-hura dan pas ayahnya itu selalu sabar buat bantuin dia. Dan juga ngeliat si keke itu begitu tabah dan sabar menghadapi penyakitnya itu.

Film ini berhasil mengajarkan ke gue bahwa hidup itu memang butuh perjuangan. Kita harus menghargai segala sesuatu yang ada dalam hidup kita. Selain itu juga mengajarkan untuk selalu berterima kasih, bersyukur atas segala yang telah diberikan-Nya. Pokoknya kalo masalah, amanat dan pesan-pesannya dalam hidup, film ini T O P banget dah. Banyak pesan yang bisa diambil dari film ini. Dan ini kutipan dari 'Surat Kecil untuk Tuhan'

Andai aku bisa kembali
Aku ingin tidak ada tangisan
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada lagi hal yang sama terjadi padaku
Terjadi pada siapapun
Tuhan, andai aku bisa memohon
Jangan ada tangis dan duka di dunia lagi
Tuhan, andai aku bisa menulis surat untukmu
Jangan pisahkan aku dari sahabat dan orang yang aku sayangi
Aku ingin menjadi dewasa seperti burung yang bisa terbang ketika ia dewasa
Aku ingin ayah melihat aku ketika memiliki lagi keindahan geraian rambut

Tuhan surat kecilku ini
adalah perminataan terakhirku, andai aku bisa kembali.

Use time maximally

Minggu, 26 Juni 2011 13:34 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Time is what we want most,but what we use worst. #ATumblrQuote

Have you read the sentence above?
I copy that sentence from @ATumblrQuote twitter. When I first read it, I soon agree with that sentence. I just think that I have used most of my time useless. Okay, actually I can not answer if you ask what is 'useless time' mean? I don't know, I will explain you like this. I feel like when I am in school I want get holiday, but when I got my holiday I have nothing to do, I get nothing, time goes by and finally I meet with school, again.

How useless my time is!
I'm trying to do something. Something useful, of course. So that my time will not useless anymore. But, I don't know. I just lay on my bed, sit in front of my laptop, stare at television for long time. Time pass and that's my routine. Oh, how pity I am! That's what I don't like if my holiday like that. One word. Boring. I want to make adventure on my holiday. I want to get something new. New knowledge, new experience, new activity, new friend and even new things, that I can get with my work! Haha

 I don't want to regret. Regret always come late, but we can not give punishment to 'regret'  That's why I don't like regret. So what should I do so I will not meet regret anymore.
Here, I can still think some ways so that I will not meet regret.

First, Use your time well, useful. Never waste your time for any activity that you think will not give any benefit for you. 

Second, make a priority of your activity that most important to do.You can do something important first then you do something that not really important. Example, you should use your time to do homework first and you can use your time for watching TV, playing games, or another thing that not really important. 

Third, just believe that you never waste your time. If you do this, you will trust yourself that you always do something useful. It will give effect that you will -slowly or fast- use your time with something useful.

Okay, that's only my suggestion. Hope we will seldom or even never meet with 'regret'
Maybe you have another ways how to manage your time so that you will not waste your time. And we can change the sentence above become "Time is what we want most and what we use best"
Good luck!

DO I LOVE ALLAH MORE THAN ANYTHING?

12:57 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
just copy from other blog and I think it's good for sharing to you :)


Sometimes,,

I love my sleep in the morning rather tah getting up and pray Fajr on time

I love to spend more time to read novel rather than read my Quran

I love visiting and talking with my friends in the masjid than pray sunnah tahiyyatul masjid

I love memorizing funny jokes rather than memorizing surah in the holy book

I love to chat with my friend and check my facebook rather than spending my time to do zikr

I love to finish watching my favorite TV shows rather than pause it and do my salat for 5 minutes

I prefer to say “hi” or “what’s up” to my muslim friends rather than say “assalamualaikum”

I forgot to thank ALLAH of my life today, yesterday, and inshaALLAH tomorrow

I do not realize that all the good foods I eat everyday is the blessings from ALLAH

I do not feel that ALLAH is in my heart and I still dare to add “poison” in my heart

I forgot the fact that ALLAH gave me tongue to say something nice

But,

I know, there is no perfect human, and make mistake(s) is the part of my life.

I realize the fact that ALLAH created me perfectly for the benefits of myself, my family, and the rest
of the world.

From mistakes I learn and from mistakes we will try to improve myself.

Saat Uang adalah Hambatan

Sabtu, 21 Mei 2011 21:31 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar

Uang bukan segalanya. Saya setuju dengan kalimat tersebut. Namun, baca juga kalimat ini : Uang memang bukan segalanya, tetapi uang adalah jalan untuk menuju segalanya. Sejenak berpikir, saya rasa kalimat itu akan lebih banyak mendapat suara setuju dari saya dibanding kalimat paling pertama.

Saya bukan seorang yang materialistis, tetapi hanya berpikir realistis. Setuju atau tidak uang itu memang dibutuhkan dalam hidup. Makan, minum, bermain, belajar, dan hampir semua kegiatan hidup membutuhkan uang. Namun, Tuhan itu Maha Adil, untung saja bernapas belum tidak membutuhkan uang. Kalau bernapas membutuhkan uang, tentu saja berita akan dipenuhi dengan headline ‘orang miskin meninggal akibat tak bisa membeli oksigen’ atau headline lain yang semacam ini. Menyedihkan bukan?

Dari posting ini, sebenarnya yang ingin saya ungkapkan adalah ‘saya ingin mendapat uang dari hasil jerih payah diri saya sendiri’ Hanya itu! Saya sudah capek dan lelah menerima uang dari orang tua saya ataupun uang dari orang lain yang saya dapatkan secara cuma-cuma tanpa usaha. Di sini, saya bukannya sok jual mahal tidak mau menerima uang. Tentu saja saya senang menerima uang. Sangat senang malahan. Tetapi, di pikiran saya yang lain, itu justru membuat saya merasa tidak berguna apabila saya sekedar menengadahkan tangan saya untuk menerima uang. Kesannya saya seperti pengemis.

Uang adalah hambatan. Maaf, bila ternyata saya setuju dengan kalimat itu. Ambil cerita sederhana saja, saya dalam keadaan sering  meminta uang jajan kepada orang tua saya. Saya ingin jajan pizza, salah satu makanan termahal di kantin sekolah. Uang saya sebenarnya cukup, tetapi saya tidak akan bisa jajan lagi esok hari. Jadi, saya harus meminta uang kepada orang tua saya lagi untuk jajan esok hari? Cukup, saya tidak mau. Saya sudah ‘sering’ meminta uang jajan, saya tak ingin meningkatkan gelar saya menjadi ‘sangat sering’ meminta.

Lain ceritanya kalau saya sudah memiliki uang sendiri. Uang yang saya dapatkan dari hasil jerih payah sendiri. Saya rela-rela saja membeli pizza itu. Bahkan jika saya mempunyai uang lebih, bisa saja saya menunjukkan kemurahan hati saya (mudah-mudahan, amin). Saya akan mentraktir teman-teman saya pizza. Jadi mungkin akan saya benahi kalimat di atas. Bukan‘uang adalah hambatan’ tetapi suatu saat  ‘uang bisa menjadi hambatan’. 

Jadi rasanya bangga dan seneng banget bisa dapet uang, dengan kerja keras sendiri . So, Just pray for me so . I can make a money tree by myself.

 
 
I will get the best way and work hard to grow my own money tree and harvest it by myself :) I will make my money useful and use it for good things :D Amin.

*Dan sebagai informasi, tulisan ini hanya sekedar opini saya*

Arti Sebuah Pengorbanan

21:02 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Kayak judul cerpen gak ya? Tapi ini bukan mau buat cerpen kok. Cuma mau ketik gabungan-gabungan huruf yang akan menjadi kata yang akan menjadi kalimat kemudian menjadi paragraf yang pada akhirnya menjadi sebuah tulisan dengan tema pengorbanan.

Kenapa saya jadi ada inspirasi buat tulisan tentang pengorbanan? Jadi gini awalnya, tadi saya lagi ngeprint bugemm dan  sadar kalo banyak banget bugemm yang saya print. Bugemm itu memang butuh banyak pengorbanan. Rencananya saya mau ngetik dengan judul posting ‘bugemm butuh pengorbanan’. Namun, pikiran di otak terus berdatangan dan membuahkan hasil bahwa tidak hanya bugemm yang butuh pengorbanan, tetapi semua hal, right?

Yaps, semua hal itu perlu pengorbanan. Tidak hanya bugemm. Ya iyalah. Jadi pengorbanan itu sebenernya apa sih. Kalo menurut saya pribadi sih pengorbanan itu adalah sesuatu yang kita berikan/habiskan/relakan untuk mendapatkan sesuatu. Kalo menurut kamus sih saya gak tau, buka aja sendiri. Lagi gak ada kamus nih di sekitar saya. Dan taulah kalo saya itu orangnya males. Maaf ya para pembaca setia *huweek* #sok punya para pembaca, yang setia lagi.

Back to topic.
Untuk mendapatkan sesuatu jadi membutuhkan perjuangan, pengorbanan *Siapa yang setuju ayo angkat tangan* Dan cuma mau share pendapat saya nih yaa. Besar pengorbanan yang dikeluarkan akan sama dengan besar hasil yang akan masuk atau yang akan kita dapatkan. Ambil contoh ya, si A udah berjuang mati-matian buat lulus di UI, tapi pas hari pengumuman, dia gak lulus. Si A kecewa banget tentunya. Dia mikir dia tuh udah mengeluarkan banyak pengorbanan. Tapi menurutnya hasil yang dia dapetin gak sebanding dengan pengorbanan yang telah dia lakukan.

Nah, kenapa bisa gitu? Kalo menurut saya lagi nih yaa (pokoknya ini semua pendapat saya, jadi belum tentu bener, toh kita sebagai warga negara berhak mendapat kebebasan dalam mengeluarkan pendapat kan?) kita mesti tahu bahwa pikiran kita itu beda dengan pikiran Allah. Maksudnya kita berpikir kalo kita udah berkorban mati-matian, tetapi sayangnya bagi Allah itu belum cukup untuk mendapatkan apa yang kita mau. Atau mungkin bisa aja masih ada orang lain si B atau si C yang berjuang lebih mati-matian daripada si A tadi. Sehingga kesempatan belum diberikan kepada si A.

So, one thing that we have to do is berjuang dan berkorban sekeras dan semampu dirimu untuk berjuang dan berkorban. Mengenai hasilnya tak usah terlalu dipikirkan. Kita mungkin akan mendapatkan sebuah kekecewaan yang sungguh menyakitkan. Kalo kayak gitu ya tinggal positive thinking aja. Mungkin kita memang belum melakukan pengorbanan semaksimal mungkin. Atau hal yang kita inginkan itu belum terbaik bagi kita, toh kita juga gak tau kan akan ada apa di depan sana.

Langsung ke kesimpulan aja ya, jadi arti sebuah pengorbanan itu buat saya pribadi,
  • Pengorbanan akan sama dengan hasil yang kita terima. Berarti misalnya kita belum mendapatkan apa yang kita mau, pengorbananmu itu kurang ;) Jadi, jangan menyerah, coba lagi yaa.
  • Berkorbanlah semaksimal mungkin dengan segala hal yang kita miliki atau yang kita mampu.
  • Jika ternyata yang kita dapatkan tidak sejalan dengan apa yang kita korbankan just positive thinking.

 Lilin harus mengorbankan tubuhnya demi memberikan cahaya dalam gelap.

Orisinilitas Karya

Sabtu, 30 April 2011 20:07 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Halo orang-orang yang membaca posting ini. Kece ya judul postingnya? Eh, nggak ya? Oh ya udah, siapa juga yang bilang kece. Udah deh, kali ini saya akan ngepost tentang... (silakan dibaca dan simpulkan posting ini tentang apa)

29 April 2011
Hmm, hari ini saya menambah isi dari kantung pengalaman saya. Jadi ceritanya hari ini Jumat ada acara penyerahan dan pembagian hadiah Road to Sea Games XXVI yang diadakan oleh koran Sindo . Kami ber-15 (9 cewek, 6 cowok) *yg sebenerny jumlahnya 17* datang ke hotel swarna dwipa. Di sana ternyata kece jok! Kami bukan duduk di kursi yang biasanya dideretin kayak acara kondangan gitu, tapi kami duduk di meja bulat *atau apalah nama meja itu* Meja yang disisinya ditarok kursi terus kami duduk di situ deh.

Katanya gubernur mau dateng eh nyatanya nggak. Jadi mungkin itu digantiin Pak Ade *kalo gak salah nama bapaknya itu deh* Pertama sambutan dari ibu *lupa namanya* pokoknya ibu itu ada hubungannya sama sindo -ya iyalah- (Maaf ya karena saya bukan pendengar dan penghapal yang baik, jadi lupa deh)  Pokoknya dia bilang seneng dan bangga karena banyak yang ikut lomba ini. Tapi sayangnya masih banyak peserta yang copas a.k.a copy paste. Jadi peserta itu cuma cari artikel di internet terus di copy dan di paste di karya tulis mereka. Itu sama aja dengan plagiat namanya.

Terus yang kedua sambutan dari bapak ketua penyelenggara lomba kartul ini. Dia juga bilang untuk jujur dalam menulis, gak boleh copas. Orisinalitas suatu karya itu sangat dihargai. Dia berkata bahwa seorang wartawan yang membuat karya dengan tidak jujur atau menjiplak karya orang lain maka ancamannya adalah dipecat! Uwooo >.< Hati-hati deh kalo gitu. Sebenarnya boleh saja mengambil kutipan karya orang lain tapi harus menyisipkan dari mana itu diambil, jangan asal copas. Kalo kebanyakan copas, sama aja dengan menumbuhkan banyaknya benih-benih plagiator *apadehkalimatgue*. Dari sini saya dapat mengambil kesimpulan bahwa kejujuran itu sangat dibutuhkan dalam segala hal. Apapun itu mari kita budayakan kejujuran, teman :D

Tidak penting karya kita itu mau bagus atau nggak. Yang penting ya kita harus jujur dalam menulis. Kalau itu memang karya kita, akui saja. Dan kalau itu bukan karya kita, akui kalau memang itu bukan karya kita. Simple kan? Jadi jauhi ya sama yang namanya copas itu. Emang enak sih yang namanya copas itu, saya akui, tapi kalo hanya gara2 copas bisa dipecat dari pekerjaan, wah amit-amit deh. 


Oh iya, ini kan acara pengumuman lomba karya tulis ya. Jadi, gak lengkap kan kalo gak dikasih tau pemenangnya. Ada delapan pemenang. Dan dari 8 kursi pemenang, 3 buah kursi berhasil diduduki oleh 3 siswa jubel. Yeee. Dela juara 1, asta juara harapan 1, widya juara harapan 4. Keren banget dah ! Selamat ya buat teman-teman yang menang. Mari terus berkarya! :D

Dan acara ini berhasil memotivasi saya untuk terus berkarya tanpa menyerah *eleeee. Rasanya kalo bisa saya pengen ikut lomba lagi, kalo bisa saat itu juga *haha, lebay deng* Tapi emang gitu sih kenyataan. Semangat saya berapi-api jok!
Pengen banget ikut lomba lagi. Selain dapat mengasah kemampuan dan menambah pengalaman - dan alhamdulillah juga kalo dapet juara, Amin- Haha.. Berjuaaang! Doakan ya teman-teman :D

Salam semangat.. Semangaat ! #geje ;)

Goodbye Holiday

Jumat, 22 April 2011 21:39 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Ergh, it's kinda hard to say goodbye for holiday.

Yeah, tomorrow I will go back to school, although I know that Sunday I will have holiday again. But, it's just one day and I will go back to my damn beautiful dormitory. Okay, I know it's not that bad. But, I just want to have more holiday. *Haha I never feel grateful enough to have holiday, I always want holiday longer than what I have.

Okay, this is another hard sentence to say again.
Welcome back to school. *Oh-My-God, I say it just now. Well, Hell-o School

Welcome back the teacher, the 'amazing' lesson, the full day of study, the tasks, the homework. Be good to me, okay?

HEY, THIS IS LIFE !
Ya, I know! what if 'this is life'?
Okay read this :
Life is not about you like it or not. Life is to be  lived whether you like it or not. Life always go on whether you hate it. So, all you can do is LIVE YOUR LIFE. Do the best you can do in your life. Make your life become precious life. You own your life, so it's up to you what will you do to your life.

Well, this is life. Then I should be grateful of my life and included all of things in life indeed.
Cherish your life :D

Faith

Rabu, 20 April 2011 13:56 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 2 komentar
  • An Atheist Professor of Philosophy was speaking to his Class on the problem Science has with GOD, the ALMIGHTY. He asked one of his new Christian students to stand.
  • ---
  • Professor : You are a Christian, aren't you, son?
  • Student : Yes, sir.
  • Professor : So, you believe in GOD?
  • Student : Absolutely, sir.
  • Professor : Is GOD good?
  • Student : Sure.
  • Professor : Is GOD ALL - POWERFUL?
  • Student : Yes.
  • Professor : My Brother died of cancer even though he prayed to GOD to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn't. How is this GOD good then? Hmm?
  • (Student was silent)
  • Professor : You can't answer, can you? Let's start again, young fella. Is GOD Good?
  • Student : Yes.
  • Professor : Is Satan good?
  • Student : No.
  • Professor : Where does Satan come from?
  • Student : From...GOD...
  • Professor : That's right. Tell me son, is there evil in this World?
  • Student : Yes.
  • Professor : Evil is everywhere, isn't it? And GOD did make everything. Correct?
  • Student : Yes.
  • Professor : So who created evil?
  • (Student did not answer)
  • Professor : Is there Sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the World, don't they?
  • Student : Yes, sir.
  • Professor : So, who created them?
  • (Student had no answer)
  • Professor : Science says you have 5 Senses you use to Identify and Observe The World around you. Tell me, son...have you ever feen GOD?
  • Student : No, sir.
  • Professor : Tell us if you have ever heard your GOD?
  • Student : No, sir.
  • Professor : Have you ever Felt your GOD, Tasted your GOD, Smelt your GOD? Have you ever had any Sensory Perception of GOD for that matter?
  • Student : No, sir. I'm afraid I haven't.
  • Professor : Yet you still believe in HIM?
  • Student : Yes.
  • Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol, Science says your GOD doesn't exist. What do you say to that, son?
  • Student : Nothing. I only have my Faith.
  • Professor : Yes, Faith. And that is the problem Science has.
  • Student : Professor, is there such a thing as Heat?
  • Professor : Yes.
  • Student : And is there such a thing as Cold?
  • Professor : Yes.
  • Student : No, sir. There isn't...
  • (The Lecture Theatre became very quiet with this turn of events)
  • Student : Sir, you can have Lots of Heat, even More Heat, Superheat, Mega Heat, White Heat, a Little Heat or No Heat. But we don't have anything called Cold. We can hit 458 Degrees below Zero which is No Heat, but we can't go any further after that
  • There is no such thing as Cold.
  • Cold is only a Word we use to describe the Absence of Heat.
  • We cannot Measure Cold.
  • Heat is Energy.
  • Cold is Not the Opposite of Heat, sir, just the Absence of it.
  • (There was pin-drop dilence in the Lecture Theatre)
  • Student : What about Darkness, Professor? Is there such a thing as Darkness?
  • Professor : Yes. What is Night if there isn't Darkness?
  • Student : You're wrong again, sir. Darkness is the Absence of Something.
  • You can have Low Light, Normal Light, Bright Light, Flashing Light...
  • But if you have No Light constantly, you have nothing and its called Darkness, isn't it? In reality, Darkness isn't. If it is, you would be able to make Darkness Darker, wouldn't you?
  • Professor : So what is the point you are making, young man?
  • Student : Sir, my point is, your Philosophical Premise is flawed.
  • Professor : Flawed? Can you explain how?
  • Student : Sir, you are working on the Premise of Duality. You argue there is Life and then there is Death, a Good GOD and a Bad GOD. You are viewing the Concept of GOD as something finite, something we can measure.
  • Sir, Science can't even explain a Thought. It uses Electricity and Magnetism, but has never seen, much less fully understood either one.
  • To view Death as the Opposite of Life is to be ignorant of the fact that Death cannot exist as a Substantive Thing. Death is Not the Opposite of Life, just the Absence of it.
  • Now tell me, Professor, do you teach your Students that they evolved from
  • a Monkey?
  • Professor : If you are referring to the Natural Evolutionary Process, yes, of course, I do.
  • Student : Have you ever observed Evolution with your own eyes, sir?
  • (The Professor shook his head with a smile, beginning to realize where the
  • argument was going)
  • Student : Since no one has ever observed the Process of Evolution at work and Cannot even prove that this Process is an On-Going Endeavor, Are you not teaching your Opinion, sir? Are you not a Scientist but a Preacher?
  • (The Class was in uproar)
  • Student : Is there anyone in the Class who has ever seen the Professor's brain?
  • (The Class broke out into laughter)
  • Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor's brain, felt it, touched or smelt it?... No one appears to have done so.
  • So, according to the Established Rules of Empirical, Stable, Demonstrable Protocol, Science says that you have No Brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?
  • (The Room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable)
  • Professor : I guess you'll have to take them on Faith, son.
  • Student : That is it sir...Exactly!
  • GOD is FAITH.
  • That is all that Keeps Things Alive and Moving.

Change

Minggu, 17 April 2011 18:17 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar

You might not like change,
Its kinda weird and its kinda strange
You might not want a change
Everythings perfect, you want it the same

You have your comfort zone and you are enjoying it. It makes you're afraid to change. You think that change is weird and strange. You know that what you have now is perfect for you.

But you know what, dont cry, cause everythings gonna be fine,
You know, that this will turn out wonderful

But, you know one thing? Change is exist! In this world you will change. Whoever you are, whenever you are, whatever the change will be. You will feel change. So, when you must change, just don't worry, because eveything's gonna be fine :)

Look at change like a brand new day,
You dont know whatll happen or in what kinda way
Take change as a fresh new start
Get a grip of yourself and dont you fall apart

When you have your turn to change, just look at change like a brand new day. Because you don't know what will happen after changing. You may be better or even worse. But just take change as fresh new start, control it so you will find it better! Get a grip of yourself and don't you fall apart.


Note : This is the song lyric of Change by Tiffany Alvord. You can watch video of Tiffany Alvord singing change here --> Change-Tiffany Alvord  Enjoy it :)

Ikhlas

Sabtu, 16 April 2011 19:43 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Oke, jadi kayak biasa, hari sabtu, saya dan anak asrama lainnya pulang ke rumah dan libur satu minggu woooy!!! Haha
Nah, gara-gara bokap lagi dinas di luar kota, jadi saya dijemput nyokap deh naek motor. Karena udah dikasih tahu lewat telepon kemaren, jdi saya cuma bawa tas ransel sama tas jinjing (gak bawa koper, yaiyalah mau ditarok di mana nanti kalo bawa koper -_-)

Singkat cerita,  pas saya lagi naek motor, kan diem tuh, paling sama nyokap cuma ngobrol bentar, trs diem lagi. Akhirnya pikiran saya menerawang kemana-mana *eaaaa* Saya mikir gimana kalo pas lagi naek motor nanti tiba-tiba ada yang buka resleting tas saya dan ngambil dompet saya, yang sebenernya, saya jujur yaa, di dalem sana ada duit yang warna biru itu loooh, hasil penghematan saya selama di sekolah gak pernah jajan #lebay. Dan gimana kalo tas jinjing yang saya pangku itu tiba-tiba ditarik orang.. Terus nanti sayanya jadi gak punya baju batik lagi, novel pinjeman juga ilang nantinya. cukup-cukup, stop soal pikiran menerawangnya.

Pikiran bijak saya akhirnya membuahkan suatu pemikiran
Kalo kamu memberi seseorang itu ikhlas-ikhlas aja, daripada barang/benda yang kamu beli itu ludes di tangan pencopet. Sakit ati kan? Eh gak ya? Oh ya udah deh kalo gitu #cugak

Ribet ya kalimatnya? Hmm, nih saya contohin ya...
Ada seekor sapi yang ngasih sedekah buat si kambing soalnya kambing gak punya cukup uang untuk buat behel baru. Pas si kambing udah make behel dia tunjukkin deh sama si sapi. Sapi seneng deh ngeliat sahabatnya si kambing bisa punya gigi rata kayak si sapi. Sapi ikhlas memberi si kambing.

Nah, coba gini ceritanya.
Sapi yang kaya raya nyimpen uangnya di rumah. Dia gak mau sedekah sama si kambing. Suatu malam sapi tidur dan keesokan paginya sapi udah kehilangan uangnya yang setumpuk gunung itu. Sapi nyesel deh kenapa dia gak kasih uangnya ke kambing untuk buat behel si kambing. Kan kalo uangnya dikasih ke kambing, banyak untungnya, kambing bahagia dapet behel baru dan sapi dapet pahala. Eh, asal kalian tau aja nih yaa, lebih susah dapetin pahala lho daripada dapetin harta. Bener gak sih? Insya allah bener deh.
Nah tuh, Dasar sapi! Nyesek deh tu sapi! Nyimpen uang banyak-banyak taunya ludes duluan.

Udah ngertii belom? Understand? *gaya guru In ngomong 'understand' di crazy little thing called love*
Ya udah kalo lo gak ngerti-ngerti, langsung ke kesimpulannya aja dah

Kesimpulannya :
  • Kalo kamu itu memberi sesuatu landasi dengan dasar ikhlas.
  • Lebih baik memberi harta kita ke orang yang membutuhkan daripada memberi harta kita buat perampok yang kita gak tau kapan datengnya.

dan yang paling penting kalo kamu liat kambing gak pake behel, jangan sungkan kasih sedekah buat tuh kambing, kan kasian gigi kambingya gak rapi. Okeoke? ;)

Udah cukup di sini aja, dan kayaknya setelah saya baca ulang judulnya kurang cocok ya. 'Ikhlas' mungkin lebih baik diganti dengan
Ikhlas: Sapi dan Kambing

Hah, udah deh. Cukup! Cukup! Sebelum postingan ini menjadi semakin geje.
Saya akhiri wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dada
Goodbye
Jangan lupa kasih komen yaa ;)
See youuu
Thank you for reading 

Orang rame-rame bawa obor buat ngelemparin saya, eh bukan, semua api di obor di matiin. 
Gelap.
#Plak
THE END.

Yeaaah, lampu hidup, semua orang bersorak, penulis posting tergelatak tidur nyenyak. #sumpahGEJEbanget #syukurlahnyadar #penulis beneran selesai dan pointer mouse me.klik tombol terbitkan entri
#akhirnya entri yang sumpahGEJEbanget ini tersebar dan dapat dibaca publik.

THE END (beneren nih kok, sueeer ! :D

Jujur

Sabtu, 19 Maret 2011 19:16 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Posting ini kadang pake gue, kadang pake saya *gak penting sih sebenernya, just for the info* So, start reading ...

Yee, UTS selesai !
Haha, sebenernya gak usah terlalu seneng-seneng amat sih.
Tapi, gak tau deh. Pokoknya ada rasa tersendiri kalo udah berada di hari terakhir uts. Rasanya gak ada beban hidup lagi (oke, lebay).
Pokoknya seneng karena gak perlu belajar lagi (padahal belajar itu seharusnya dilakukan setiap hari ya).

Nah, UTS kali ini, gue ngerasa beda lho.
Hmm, gimana ya jelasinnya. Pokoknya gue seneng dan bangga kalo bisa jawab soal-soal 'sendirian' dengan kemampuan sendiri. Enak banget rasanya itu. Gak ngurusin seberapa penting nilai yang bakal gue dapet tapi gue bangga kalo bisa jawab tuh soal sendirian. Kalo sebelumnya gue itu beda, gue biasa aja kalo ngelakuin hal yang namanya 'berbuat curang saat ulangan' (baca:nyontek). Dan alhamdulillah sekarang gue gak terlalu mau sama yang namanya nyontek, and I know it's better :) (gak maksud buat sok atau sombong ya).

Hmm, mungkin bakal gak enak sih kalo nilai yang didapet tu kecil, tapi sekarang gue mikirnya nilai kecil tidak mengapa selama gue ngerjain tu soal dengan jujur, dengan kemampuan gue sendiri. Udah gue bilang tadi kan, ada rasa bangga tersendiri.
Nah, sekarang yang jadi masalah itu, gue gak mau dapet nilai kecil. Haha, Ribet ya. Jadi, mksudnya gini, kalo buat diri gue sendiri gak apa, gue gak terlalu sedih nilai gue kecil asalkan itu memang hasil gue sendiri. Tapi gue mikirin masa depan gue, mikirin orang tua gue. Gimana kalo nilai yang gue dapet kecil trus itu berdampak sama masa depan gue. Berdampak sama kelulusan gue. Gue cuma gak mau mengecewakan orang tua gue dengan nilai kecil yang gue dapet. Jadi, Gimanaaa??!

*exhale*
Udahlah seharusnya gue mikir bahwa -- Jujur itu Baik, jujur itu penting, jujur itu berpahala, jujur itu perbuatan terpuji. Oke, mungkin jujur tak segalanya berdampak baik tapi melakukan suatu kejujuran itu sama saja dengan mendapatkan prestasi yang rasa bangganya hanya dirimu sendirilah yang merasakannya. 

Susah mencari orang yang jujur, karena setiap orang pernah bohong. Bener gak?

Nah, jadi jujur tuh sebenernya simple tapi kebanyakan orang susah melakukannya. Jadi kalo kamu melakukan kejujuran berarti kamu udah menang atau udah maju selangkah dari orang-orang yang tidak jujur. Kamu patut dihargai karena berani untuk jujur.

Sedangkan yang lainnya, mereka takut untuk jujur. Padahal jujur itu tidaklah jelek. Jujur tidak menghancurkan hidupmu kan? Masih banyak faktor lain yang akan menghancurkan hidup.

Jadi, saya heran, kenapa kebanyakan orang - dan saya sadari bahwa termasuk saya- takut untuk jujur? Apa yang mereka takutkan dari sebuah kejujuran? Seharusnya, tidak ada ! Tidak ada yang harus ditakutkan dengan berbuat jujur.

Jujur itu Baik. Coba dimasukin ke konsep matematika yaitu pengambilan kesimpulan dengan metode ponens.
Premis 1 : Jika kamu jujur maka kamu mendapatkan hasil yang baik.
Premis 2 : Kamu jujur.
Jadi kesimpulannya kamu mendapatkan hasil yang baik.

Dan ingat! Baik itu bukan hanya kamu mendapatkan nilai besar dan jadi juara kelas.
Baik itu banyak.  Bisa jadi dengan jujur kamu menjadi orang yang dipercaya dan mendapatkan pekerjaan yang ternyata kebanggaannya itu lebih dari dapet juara kelas.

So, guys, Let's be honest !
Mari bersama-sama kita ciptakan pribadi yang jujur!!
To be honest is your choice but the result of your honest is God's choice.

7 Secrets to Improve your English Skill

Rabu, 09 Maret 2011 12:01 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar

Bahasa Inggris adalah bahasa persatuan internasional. Oleh karena itu, di zaman globalisasi ini setiap orang dipaksa untuk bisa berbahasa inggris. Belajar bahasa inggris tentu tidaklah mudah apalagi bagi orang yang baru pertama kali mendengar bahasa inggris. Tapi, belajar bahasa inggris bukanlah tidak mungkin.
Belajar bahasa inggris kini justru diperlukan oleh setiap orang yang tak ingin ketinggalan di zaman globalisasi ini. Bisa dilihat dari kehidupan sehari-hari banyak kita temukan bahasa inggris. Mulai dari produk makanan dan minuman, petunjuk penggunaan barang-barang elektronik, lagu asing, hingga situs pertemanan sosial seperti facebook, twitter dapat terlihat penggunaan bahasa inggrisnya.

In English, grammar is not really important. The important one is when we know English and we can speak English.

Mungkin, pernah terlintas di pikiran Anda bahwa belajar bahasa inggris itu ribet, susah, buat pusing kepala. Apalagi kalau Anda sudah mulai memikirkan tentang grammar atau tata bahasa yang harus digunakan dalam bahasa inggris. Tetapi, sebenarnya semua itu tidaklah terlalu penting. Yang penting disini adalah Anda bisa memahami bahasa inggris dan berani untuk speak English, tanpa memerhatikan benar tidaknya grammar yang Anda katakan. Itu sudah menjadi poin plus.
Seperti di Indonesia, saat kita berbicara sehari-hari kita tidak terlalu memerhatikan tata bahasa yang kita gunakan saat kita berbicara. Contohnya kalimat yang benar dengan subjek, predikat dan keterangan adalah adik pergi ke sekolah, tetapi kebanyakan orang sudah mengerti apabila kita hanya berbicara adik ke sekolah (dalam hal ini yang dihilangkan adalah predikat yaitu pergi). Oleh karena itu kita tidak boleh takut berbicara bahasa inggris apalagi hanya karena alasan takut grammar atau tata bahasanya salah.
Dalam artikel ini diberikan “7 Secrets for English Learner” atau 7 Rahasia untuk Pembelajar Bahasa Inggris. Ketujuh rahasia dapat dilihat di bawah ini.

Secret #1 Learn about Word Stress
Word Stress is golden key number one for speaking and understanding English. Word Stress is very important. You can try to learn about Word Stress. This is one of the best ways for you to understand spoken English especially English spoken fast.

What is Word Stress?
Take 3 words: photograph, photographer and photographic. Do they sound the same when spoken? No! They sound different, because one syllable in each word is "stressed" (stronger than the others).

Example : PHOtographphoTOgrapherphotoGRAPHic

This happens in all words with 2 or more syllables: TEACHer, JaPAN, CHINa, aBOVE, converSAtion, INteresting, imPORtant, deMAND, etCETera, etCETera, etCETera

The syllables that are not stressed are 'weak' or 'small' or 'quiet'. Native speakers of English listen for the stressed syllables, not the weak syllables. If you use Word Stress in your speech, you will instantly and automatically improve your pronunciation and your comprehension. Try to hear the stress in words  each time you listen to English - on the radio, or in films for example. Your first step is to hear and recognize it. After that, you can use it!

Secret #2 Learn about Sentence Stress
Sentence Stress is golden key number two for speaking and understanding English. With Sentence Stress, some words in a sentence are "stressed" (loud) and other words are weak (quiet). Look at the following sentence:

We want to go.

Do we say every word with the same stress or force? No! We make the important words big and the unimportant words small. What are the important words in this
sentence? Yes, you're right: WANT and GO.

Senentence word  = We WANT to GO.

Secret #3 Listen ! Listen ! Listen !
Students sometimes say: 'I don't listen to the BBC news on the radio because it's too fast for me and I can't understand it.' That's a pity! When it's too fast for you, when you can't understand it, that is exactly when you NEED to listen to it!!!

How can you improve if you don't listen and practice?

When you were a baby, did you understand your own language? When you were 3 weeks old, or 2 months, or 1 year, did you understand everything? Of course not! But you *learned* to understand by listening. Think about it. You learned to understand your own language by listening, 24 hours a day, 7 days a week. After that, you learned to speak. Then you learned to read. And then you learned to write. But listening came first!

Secret #4 Don’t listen!
In Secret #3 is LISTEN! LISTEN! LISTEN! Now in this secret is DON'T LISTEN! What do that mean?

Do you know the difference between the verbs TO LISTEN and TO HEAR? TO LISTEN is active. TO HEAR is passive. Sometimes you can LISTEN too hard. Sometimes you can TRY too hard. Sometimes it is better only to HEAR. Let the radio play. Let the cassette play. But DON'T listen. Just HEAR. Your subconscious will listen for you. And you will still learn. If you listen and try to understand, you may block on one word and get frustrated. Don't worry! Just HEAR! Believe me, you will still be learning. The important thing is to let the radio or cassette or television or record PLAY. Let it play. And you - you do nothing. Your brain will HEAR, your subconscious will LISTEN and you will LEARN!

Secret #5 Improve your vocabulary with 5 words a day
Vocabulary is easy! How many days in a year are there? 365, normally (on Earth).

If you learn only 5 new words a day, you will learn 5 x 365 = 1,825 new words in a year. ONE THOUSAND, EIGHT HUNDRED AND TWENTY-FIVE WORDS. That is a lot of new words. And we are not counting all the other words you will learn in other ways - reading, conversation etc. Buy a notebook and write in 5 new words EACH day, EVERY day. Learn them! You will soon have an excellent vocabulary.

Secret #6 130 minutes a day better than 3.5 hours a week
In fact, 30 minutes of English study once a day is better than 5 hours once a week! Study regularly. Study often.

LITTLE + OFTEN is better than LOT + SOMETIMES.

It's easier, too. You can easily find 30 minutes each day. How? You can get up 30 minutes earlier. Or have a shorter lunch break. Fix a particular time every day - and keep it!

Secret #7 Revise! Revise! Revise!
If you revise, you'll improve your learning by 100%.

What does "to revise" mean? It means "to look again". You should be systematic about this. When you learn something, you should note it. Then you should look at it again. Example for 3 times after 1 day, after 1 week, after 1 month.

Each time you revise, test yourself. Learn, revise, test. Revise, test. Revise, test.

Tujuh hal di atas adalah rahasia yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris Anda. Mulai sekarang, jangan pernah takut untuk berbahasa inggris. Dan satu hal yang perlu Anda ingat yaitu Mistake is a must. Kesalahan itu pasti terjadi . Berbicaralah sebisa Anda karena Anda sedang berada dalam proses belajar. Di mana dalam proses ini setiap manusia akan menemui kesalahan, tetapi akibat kesalahan itulah seseorang akan menjadi lebih baik. Jadi, jangan jadikan rasa takut salah Anda sebagai alasan Anda tidak ingin berbahasa inggris.

---You never have right time to start, but you will get right when you have started.

Diberdayakan oleh Blogger.