Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Cerita Seekor Kambing dan Dua Remaja yg Cantik Hatinya

Senin, 15 Oktober 2012 17:38 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Ada dua kakak-adik perempuan, satu namanya Puteri (usia 13 tahun, SMP), satu lagi namanya Ais (usia 16 tahun, SMA). Mereka tidak beda dengan jutaan remaja lainnya, meski tdk berlebihan, juga ikutan gelombang remaja yg menyukai budaya populer saat ini, seperti lagu2, boyband, film2, dsbgnya. Kabar baiknya, dua anak ini memiliki pemahaman yg
baik, berbeda, dan itu akan menjadi bagian penting dalam cerita ini.

Suatu hari, guru agama di sekolah Puteri menyuruh murid2nya utk membuat karangan tentang berkurban. Ini jadi muasal cerita, jika murid-murid lain hanya sibuk membaca sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, lantas menulis karangan, Puteri, entah apa pasal, memasukkan cerita hebat itu sungguh2 dalam hatinya. Tercengang. Dia bahkan bertanya pd orang tuanya, di meja makan, apakah keluarga mereka pernah berkurban. Setelah saling tatap sejenak, orang tua mereka menggeleng, tidak pernah. Ayah mereka buruh pabrik, Ibu mereka karyawan honorer, ibarat gentong air, jumlah rezeki yg masuk ke dalam gentong, dengan jumlah yg keluar, kurang lebih sama, jd mana kepikiran untuk berkorban.

Puteri memikirkan fakta itu semalaman, dia menatap kertas karangannya, bahwa keluarga mereka tidak pernah berkorban, padahal dulu, Nabi Ibrahim taat dan patuh mengorbankan anaknya. Bagaimana mungkin? Tidakkah pernah orang tua mereka terpikirkan untuk berkorban sekali saja di keluarga mereka? Puteri mengajak bicara kakaknya Ais. Dan seperti yg saya bilang sebelumnya, dua anak ini spesial, mereka memiliki pemahaman yg baik, bahkan lebih matang dibanding orang2 dewasa. Maka, mereka bersepakat, mereka akan melakukan sesuatu.

Uang jajan Puteri sehari 8.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 4.000 utk jajan dan keperluan lain. Uang jajan Ais, 10.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 6.000, juga utk jajan dan keperluan lain. Mereka bersepakat selama enam bulan ke depan hingga hari raya kurban, akan menyisihkan uang jajan mereka. Puteri memberikan 2.000, Ais memberikan 3.000 per hari.

Enam bulan berlalu, mereka berhasil mengumpulkan uang 1,1 juta rupiah. Menakjubkan. Sebenarnya dari uang jajan, mereka hanya berhasil menabung 600.000, mereka juga harus mengorbankan banyak kesenangan lain. Membeli buku bacaan misalnya, seingin apapun mereka memiliki novel2 baru, jatah bulanan utk membeli buku mereka sisihkan, mending pinjam, atau baca gratisan di page/blog, sama saja. Mereka juga memotong besar2an jatah pulsa dari orang tua, itu juga menambah tabungan. Juga uang hadiah ulang tahun dari tante/om/pakde/bude. Alhasil, enam bulan berlalu, dua minggu sebelum hari raya kurban, mereka punya uang 1,1 juta.

Aduh, ternyata, saat mereka mulai nanya2, harga kambing di tempat penjualan2 kambing itu minimal 1,3 juta. Puteri sedih sekali, uang mereka kurang 200rb. Menunduk di depan barisan kambing yg mengembik, dan Mamang penjualnya sibuk melayani orang lain. Tapi kakaknya, Ais, yg tidak kalah semangat, berbisik dia punya ide bagus, menarik tangan adiknya utk pulang. Mereka survei, cari di internet. Tidak semua harga kambing itu 1,3 juta. Di lembaga amil zakat terpercaya, dengan aliansi bersama peternakan besar, harga kambing lebih murah, persis hanya 1.099.000. Dan itu lebih praktis, tdk perlu dipotong di rumah. Dan tentu saja boleh2 saja nyari harga kambing yg lebih murah sepanjang memenuhi syarat kurban. Senang sekali Puteri dan Ais akhirnya membawa uang tabungan mereka ke counter tebar hewan kurban tsb. Uang lembaran ribuan itu menumpuk, lusuh, kusam, tapi tetap saja uang, bahkan aromanya begitu wangi jika kita bisa mencium ketulusan dua kakak-adik tsb.

Mereka berdua tdk pernah bercerita ke orang tua soal kurban itu. Mereka sepakat melupakannya, hanya tertawa setelah pulang, saling berpelukan bahagia. Dua bulan kemudian, saat laporan kurban itu dikirim lembaga amil zakat tersebut ke rumah, Ibunya yang menerima, membukanya--kedua anak mereka lagi main ke rumah tetangga, numpang menonton dvd film, Ibunya berlinang air mata, foto2, tempat berkurban, dan plang nama di leher kambing terpampang jelas, nama Ibunya.

Itu benar, dua kakak-adik itu sengaja menulis nama ibunya. Itu benar, dua kakak-adik itu ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Tapi di atas segalanya, dua kakak-adik itu secara kongkret menunjukkan betapa cintanya mereka terhadap agama ini. Mereka bukan memberikan sisa2 utk berkorban, mereka menyisihkannya dengan niat, selama enam bulan.

Itulah kurban pertama dr keluarga mereka. Sesuatu yg terlihat mustahil, bisa diatasi oleh dua remaja yg masih belia sekali. Besok lusa, jika ada tugas mengarang lagi dari gurunya, Puteri tdk akan pernah kesulitan, karena sejak tahun itu, Ibu dan Ayah mereka meletakkan kaleng di dapur, diberi label besar2: 'Kaleng Kurban' keluarga mereka.

*Kurang 12 hari lagi hari raya kurban, semoga ada yg tergerak setelah membaca cerita ini. Jika kita menghabiskan uang 100rb lebih setiap bulan utk pulsa internetan, dll, maka tidak masuk akal kita tdk punya uang utk berkorban. Belum lagi ratusan ribu buat makan di luar, nonton, jutaan rupiah buat beli gagdet, pakaian, dll. Begitu banyak rezeki, nikmat dari Tuhan, jangan sampai seumur hidup kita tdk pernah berkurban. Beli pulsa itu setelah menabung utk kurban, bukan sebaliknya berkurban datang dari sisa2 beli pulsa.
 
-- Repost dari facebook darwis tere liye Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan bagi diri saya dan semua yang membacanya.

Mengertikah Kita?

Senin, 19 Maret 2012 21:23 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 1 komentar
Mereka memberikan ilmu kepada kita agar kita menjadi seorang yang berilmu. Bukankah kita memang disuruh untuk mencari ilmu? Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat. Carilah ilmu setinggi-tingginya. Mereka menjelaskan apa yang mereka ketahui agar kita mengetahui. Mereka dengan sabar menjelaskan, terkadang memaksa –secara halus- agar kita memerhatikan, agar kita mendapatkan hak kita. Mereka maklum melihat kelabilan kita di masa remaja. Mereka rela menunggu hingga kita siap untuk belajar. Mereka tetap menjawab keingintahuan kita, pertanyaan kita –yang terkadang konyol- walaupun kita justru lebih sering tidak memerhatikan mereka. Kita justru sering memerintah mereka, mengatur mereka – terkadang,  karena terlalu baik, mereka menuruti kemauan kita. Wajar bila mereka marah apabila kita mengeluh, lelah, mengabaikan, mengobrol di saat mereka sedang menerangkan. Coba saja dibandingkan dengan berapa banyak ilmu yang telah diberikan mereka kepada kita.


Tidak bisakah kita –dalam konteks ini saya mengajak diri saya sendiri dan teman-teman- yang pernah merasa berlaku tidak pantas kepada mereka untuk menghormati mereka. Bagaimanapun juga mereka tetap seorang manusia yang tidak sempurna, namun mereka berusaha. Mereka berusaha melakukan kewajiban mereka dan memberikan hak yang memang harus kita dapatkan. 

Seperti julukan mulia nan suci yang disandangkan kepada mereka ‘pahlawan tanpa tanda jasa’. Niat mereka sungguh sederhana. Mulia. Ikhlas. Ingin melihat kita berhasil di masa depan. Ingin melihat kita menjadi sang pemimpin yang kelak membuat negara ini lebih maju. Namun, bisakah kita mengerti kesederhanaan itu?

 
Mereka mengantarkanmu menuju masa depan yang cerah! :)

Life like in The Sims

Kamis, 05 Januari 2012 08:45 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar

How about if real life is same as life in The Sims?
Maybe you can use cheat to make you have much money.
Maybe you can easily communicate with person you want.
And still many more ‘maybe….’

During holiday, I spent my time with playing The Sims game. I realize that it is a wasting time and didn’t produce anything, but at least I don’t (maybe not yet) feel bored when I played The Sims. Maybe, some of you already knew how life in The Sims game. You know The Sims, right? The Sims is a game about make a human character where you can control and play your character based on your wants. Life in the Sims is easy, of course, because it is just a game.

When you buy something you can use your money without count on other things or make such a priority scale. When you fall in love with someone you just communicate more and then you can fall in love each other. When you want to have such a skill you just increase it by doing something easily. When you want to have many achievements you just need to study hard. In The Sims game, when you want something, all you do is just focus without thinking about other problem.

In real life, the problem that we have is not as simple as in The Sims game. It is a complicated problem. So, what do I think about comparing real life with life in the Sims game. Of course it’s not comparable, right? I know it, but sometimes I just want to live easily. I just want to get what I want. Sound selfish, huh?

Then, I should stop about comparing real life with life in The Sims game. Yes, because real life is not comparable with life in The Sims game. I should remember that I have faith, I have God in this world, in this real life, and that’s what I live for. I don’t know why, but all I should do is to be grateful for this life.
Be grateful for your life!


 

Tiffany Alvord

Jumat, 16 Desember 2011 17:10 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar

Who is Tiffany Alvord?
For you who asking who is Tiffany Alvord. Here is my answer...
Tiffany Lynn Alvord is a singer that I knew from youtube. Her channel is name TiffanyAlvord. In her channel, she uploaded video: she sings cover a song or sings her original song. When I heard her singing and after checked all her uploaded video, I just found out one fact that… She has a beautiful voice! I love to hear her singing. So, I always checked her youtube channel if I can find the new video from her. And it’s happen until now. For more information you can look at her youtube channel or her website.

How did you find Tiffany Alvord?
It happened when I was still in Junior High School. It’s like 8th or 9th grade (I was forgotten it). On 9th grade I had to take my art score with perform such a band, sing, or playing music instrument. But, I couldn't play any music instrument. In my home, there were two music instrument, those were guitar and keyboard. I chose guitar to be played.
Actually my brother could play guitar, but he didn’t want to teach me (or maybe he was pretend to be busy). I wanted to able play guitar, so I had to found the way. I tried another alternative. On that time, I loved Taylor Swift and her song ‘Love Story’. So, I found someone in youtube who played love story song with guitar. And that’s the first time I know Tiffany Alvord! :D

Why do I admire her?
Tiffany Alvord is my idol. She is beautiful, talented, look humble and kind-heart. If she had time, she would like to connect with her fan by her twitter, formspring, and facebook. (She ever replied my mention in twitter and answer my question in formspring) But, beside that, I had my own reason.
I learned to play guitar by watching her playing love story. I searched the chord and how she strum the guitar. Day by day, I learned to play love story and thanks God finally I can play it, although it was not really good. Yes, I admire her and I thanked her for teaching me to play guitar indirectly. I wished one day she can taught me directly!

And that’s why I admire her and make her become my idol and.... she also become my inspiration ;)

Thank you, Tiff! :D 


--Your fan (friend), Sania Rifa Zaharadina

Wonderstruck Perfume

Rabu, 19 Oktober 2011 14:20 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar

Wonderstruck is the first fragrance from the young American pop - country singer Taylor Swift, launched in cooperation with the cosmetic company Elizabeth Arden. The perfume is created by Olivier Gillotin of Givaudan.

Wonderstruck is named after the lyrics from the song "Enchanted": "I'm wonderstruck, blushing all the way home," which tell about the feeling and the impression you get when you first meet someone you like. Taylor hopes that her fragrance will be an essential part of many impressions and first meetings.

The fragrance composition is described as a charming gourmand – floral with sparkling fruity tones on a wooden background. The top notes are raspberry, dewberry, green tea, freesia and apple blossom. The heart features sweet vanilla along with sundrenched honeysuckle and white hibiscus. Notes of golden amber, musk, sandalwood and peach are in the base.
Wonderstruck will be available from October in 50 ml and 100 ml bottles with an accompanying collection for body care.
Wonderstruck was launched in 2011.
 Can someone buy me wonderstruck perfume, please?

Time Management

Senin, 17 Oktober 2011 12:04 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
You feel that you have much thins to do, but your time is always limited. So, here it goes about 'time management'

  • Management: The process of dealing with or controlling things or people; the use of resources effectively and  efficiently
  • Time management: The use of time effectively and efficiently.
  1. Planning
  2. Organizing
  3. Directing
  4. Controlling
  • Remember the purpose of “managing time”; we don’t literally manage the time, but the doings that we do in one time. 
  • Do things according to the goal.
STEPS
  1. Goal
  2. Flexibility
  3. Priority (80% effect is the result of 20% cause)
    High priority
    : Cannot be represented, cannot be rescheduled, will cause a bad impact if it’s not done, the opportunity to do so is very rare (tidak dapat diwakilkan, tidak dapat dijadwal ulang, akan berdampak buruk jika tidak dilakukan, kesempatan untuk melakukannya sangat langka.)
     
  4. Focus. Reduce all the things/activities which do not support the relevant ones. (Reduksi semua kegiatan yang tidak mendukung hal yang bersangkutan)
  5. Balance. (Keseimbangan; Semua yang tidak seimbang itu tidak baik.)
  6. Assertive (to self); having or showing a confident and forceful personality. The courage to do, to act, or to reject, understanding our “portion”. (Berani untuk berbuat atau menolak, memahami porsi diri.)
  7. DO IT NOW! The more the things you hold and wait, the more they will haunt you and make your time seems shorter and shorter. (Lakukan sekarang! Apa yang kau tunda akan menggumpakan kekuatan untuk memburumu tanpa ampun.)

Source : http://theladybug.tumblr.com/post/11392360393/day58 This is Sri Izzati's blog. She always inspiring! :D

Alasan Belajar?

Minggu, 04 September 2011 21:07 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
"Ketika saya tidak mempunyai persoalan khusus yang harus dipecahkan oleh pikiran saya, saya sering mengumpulkan dan menyusun kembali bukti-bukti dan teorema matematika dan fisika yang telah lama saya kenal. Tidak ada maksud dan tujuan lain; itu semata hanyalah kesempatan bagi saya untuk terus memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir." -- Albert Einstein

Oke, udah baca kalimat di atas?
Jadi kalimat itu gue temuin di buku cetak fisika gue.Tepatnya di cover belakang. Rencananya gue mau ngerjain PR *alhamdulillah, virus rajin lgi datang* Dan, kenyataannya saudara-saudara, gak ada satu soal pun yang berhasil gue kerjain #gubrak HAHA. Mau gimana lagi gue udah buka tuh buku tapi pas baca soalnya gue gak bisa Emang ya derita banget kalo gak ada kemampuan otak kayak albert einstein #eh

Alhasil, bukunya gue tinggalin dan gue pindah duduk di depan laptop. Dan gak tau gimana ceritanya, buku fisika itu tiba-tiba ada di samping gue. Nah lo? Kayaknya gue emang disuruh tobat ya -__- Beneran, bukan gue kok yang mindahin. Gue gak tau kenapa, tiba2 bukunya udah ada disitu. Atau emang mungkin bukunya gue tinggalin di situ kali ya? Gak tau deh. Pendek cerita, kepala gue noleh ke kiri, ceritanya mau liat TV yang lagi nyiarin pertandingan Indonesia All star vs AC Milan yang buat miris nontonnya. Gak tau kenapa gue juga ngeliat buku itu. Dan gue baca tulisan itu. Iya, tulisan yang gue ketik di atas. Kalimatnya si tuan Albert Einstein itu saudara-saudara.

Gue baca kalimat itu. Terus yang gue pikirin setelah baca kalimat itu. Andai gue anaknya Albert Einstein, setidaknya punya kesenangan belajar seperti dirinya. "Hanyalah kesempatan bagi saya untuk terus memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir" Coba kalimat itu depannya ditambahin kata 'belajar'. Tepat! Kalimat itu menjadi "Belajar hanyalah kesempatan bagi saya untuk terus memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir" Sayangnya kalimat ini, bukan gue banget! Tapi, gue tetep berharap dan berdoa semoga kalimat ini suatu saat nanti bisa gue ucapin dan gue buktiin. Amin. *cieeee

Nah, dari kalimat ini gue juga jadi mikir *alhamdulillah, akhirnya gue mikir juga di liburan ini* apakah ini 'alasan belajar' yang selama ini gue cari-cari sampe gue rela mendaki gunung, lewati lembah, menyebrangi samudera, hidup di kutub utara? oke, ini lebay. Tapi beneran, waktu belajar yang susah-susah contohnya kayak logaritma, mempelajari seluk-beluk sel dan-keluarga-pelajaran-susah-lainnya gue kadang nanya "buat apa sih belajar ini susah-susah, kan gak dipake juga nanti dalam kehidupan?" Gue tau emang pemikiran gue rendah banget kok. Tapi, abis baca kalimat si tuan einstein, jawaban dari pertanyaan itu mulai mekar. Mekar seindah bunga raflesia, yang sayangnya gue pun gak tau gimana bunga raflesia mekar -__-

Jadi, apakah belajar itu buat memenuhi kesenangan dan kebutuhan berpikir?
Hmm, kalo buat memenuhi kesenangan kayaknya gue gak setuju. Kesenangan dipenuhi dengan cara belajar? Hayoo, siapa yang udah gitu, ajarin gue dong biar bisa memenuhi kesenangan dengan belajar. Tapi gak tau kalo tiba-tiba ada keajaiban yg dateng ke gue dan membuat gue senang belajar. Gue harap keajaiban itu bisa dateng sekarang. Uweee, hebat banget kalo suatu saat gue nulis hobi gue belajar mtk, fisika, kimia, biologi dan pelajaran-lainnya.
Terus buat 'kebutuhan berpikir'. Nah, kayaknya gue lebih setuju sama yang ini. Belajar itu buat memenuhi kebutuhan otak, berpikir. Jadi mempelajari logaritma, seluk-beluk sel dan-keluarga-pelajaran-susah-lainnya itu buat kebutuhan berpikir otak. *Emang gak ada tujuan lain ya? Menurut lo? 

Setidaknya, kalo sekarang gue nanya buat apa belajar? Gue dapet satu jawaban, yaitu buat kebutuhan berpikir. Walaupun gue tau jawaban ini bisa disangkal dengan kalimat "tapi kan, berpikir gak cuma didapat dari belajar" dan sangkalan-sangkalan lainnya. ya tapi biarinlah, intinya pencarian gue selama ini berbuah, yaitu :

Alasan mengapa kita belajar itu adalah buat memenuhi kebutuhan berpikir!

Belajar untuk memenuhi kebutuhan berpikir. So, can you find another reason why do we have to study? Just share it ;)

Info Writer

Kamis, 01 September 2011 19:25 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
10 Steps to Becoming a Better Writer  
Write.
Write more.
Write even more.
Write even more than that.
Write when you don’t want to.
Write when you do.
Write when you have something to say.
Write when you don’t.
Write every day.
Keep writing.
— Brian Clark
Five Rules for Writing
Rule #1. You must write.
Rule #2. You must finish what you write.
Rule #3. You must not go back and re-write that which you have written, except under editorial edict.
Rule #4. You must place what you have written out in the marketplace.
Rule #5. You must keep it in the marketplace until it sells.
 
— Robert Heinlein

ASEAN Blogger, Jembatani Komunitas ASEAN 2015

Rabu, 24 Agustus 2011 22:52 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 6 komentar
 
ASEAN merupakan asosiasi yang dibentuk oleh beberapa negara di wilayah Asia Tenggara pada 8 Agustus 1967. Awalnya ASEAN hanya beranggotakan 5 negara pembentuknya yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Seiring berjalannya waktu negara-negara Asia Tenggara lainnya; Brunei Darussalam, Myanmar, Laos dan Kamboja ikut bergabung sehingga kini anggota ASEAN menjadi 10 negara.

Pembentukan ASEAN ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama multilateral antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Bentuk kerjasama antarnegara itu meliputi bidang ekonomi, sosial dan budaya, serta keamanan dan perdamaian antarnegara ASEAN.

Komunitas ASEAN 2015
Pada tahun 1996, Visi ASEAN 2020 diluncurkan, yaitu pada saat pertumbuhan ekonomi yang fenomenal melanda kawasan Asia Timur dan sebagian Asia Tenggara yang senantiasa berlangsung selamanya. Setahun kemudian dalam pertemuan ASEAN di Hanoi dikeluarkan Hanoi Plan of Action yaitu rencana untuk mencapai tujuan-tujuan yang tercantum dalam Visi ASEAN 2020. Hanoi Plan of Action mewujudkan tanggapan atas krisis untuk mempercepat dan mengintensifkan untuk bekerjasama dalam mewujudkan kawasan ekonomi tunggal dan wilayah investasi.

Pada tahun 2003, pertemuan Bali Concord II dilangsungkan guna memantapkan Visi ASEAN 2020. Kemudian didapatkan tiga pilar utama Visi ASEAN 2020 yaitu Masyarakat Keamanan ASEAN (ASEAN security community), Masyarakat Sosial Budaya ASEAN  (ASEAN socio-cultural community), lalu yang terakhir adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN  economic community). Tiga pilar utama ini sebenarnya sama dengan bentuk kerjasama pada saat awal ASEAN dibentuk.

Pada 13 Januari 2007, KTT ke 12 ASEAN di Cebu, Filipina,  para pemimpin ASEAN menandatangani Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishement of an ASEAN Community 2015. Dengan ditandangani deklarasi ini, para pemimpin ASEAN menyepakati percepatan pembentukan komunitas ASEAN dari tahun 2020 menjadi 2015. Visi ASEAN 2020 yang seharusnya dijalankan pada tahun 2020 dipercepat menjadi tahun 2015. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Komunitas ASEAN 2015 bersumber dari Visi ASEAN 2020.

Pembentukan Komunitas ASEAN 2015 adalah sebuah usaha dari negara-negara anggota ASEAN untuk menciptakan mekanisme baru dalam pengaturan keamanan kawasan pasca perang dingin secara internal agar keseimbangan dalam kerjasama ASEAN (ekonomi dan keamanan) di masa depan dapat terus terjaga. Selain itu juga Komunitas ASEAN 2015 menitikberatkan pada tiga pilar utama Visi ASEAN 2020 yaitu bidang keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya. Menurut perspektif saya, komunitas ASEAN ini sebenarnya hampir sama dengan ASEAN yang intinya bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar negara di Asia Tenggara agar dapat meningkatkan kesejahteraan masing-masing negara.

Dengan dibentuknya Komunitas ASEAN 2015, diharapkan kerjasama sesama negara anggota ASEAN dapat terjalin lebih kuat. Negara anggota dapat saling membantu dalam menghadapi kesulitan yang ada. Tidak hanya pemerintahan atau pemimpin saja yang ikut andil, tetapi rakyat juga harus diajak karena bagaimanapun juga rakyat merupakan bagian utama dari sebuah negara. Selain itu, kembali lagi pada tujuan awal negara-negara yang bergabung dengan komunitas ASEAN ini tentunya ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat masing-masing negara. Sehingga dengan adanya komunitas ASEAN 2015 ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Namun, pada umumnya, dalam pembentukan suatu komunitas tentu akan muncul tantangan yang harus dihadapi. Tantangan itu dapat menjadi sebuah tes apakah suatu komunitas tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan baik sekaligus menambah pengalaman dan kekuatan komunitas. Dalam komunitas ASEAN 2015 yang menitikberatkan pada bidang keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya, tantangan yang dihadapi tentu tidak akan mudah. Dilihat juga dari pluralisme yang ada, tentu tidak akan mudah menyatukannya. Tetapi, bukan berarti tidak mungkin.

Dalam bidang keamanan misalnya, salah satu masalah terbesar yaitu masalah terorisme. Terorisme yang telah ‘terkenal’ di seluruh dunia sebenarnya merupakan masalah bersama sehingga untuk menyelesaikannya juga secara bersama. Setiap negara anggota ASEAN harus bisa melakukan koordinasi yang baik guna menghapus terorisme, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Selain itu masalah keamanan dalam perdagangan juga harus diperhatikan. Melihat wilayah Asia Tenggara yang strategis dengan jalur perdagangan dunia maka pengamanan terhadap perdagangan, baik internal ASEAN maupun eksternal, juga harus dilakukan.

Kemudian apabila dilihat dari bidang ekonomi, sepertinya pada bidang yang satu ini, tantangan banyak berdatangan. Melihat dunia yang mengalami krisis global, tentu akan berdampak juga pada negara-negara ASEAN. Komunitas ASEAN 2015 nanti harus bisa bekerjasama untuk tetap mempertahankan bahkan meningkatkan perekonomian masing-masing negara anggota. Selain itu negara ASEAN juga harus bisa melawan persaingan negara-negara lain dalam bidang ekonomi. Masalah internal yang terdapat dalam ASEAN yaitu ketidakseimbangan pendapatan perkapita antar negara-negra ASEAN. Ada negara yang mempunyai pendapatan perkapita yang tinggi, sebaliknya negara lain, yang masih dalam kelompok ASEAN, justru mempunyai pendapat perkapita sangat rendah. Hal ini bukanlah merupakan suatu kebanggaan sehingga membutuhkan suatu penyelesaian. Melalui komunitas ini diharapkan antar negara anggota dapat saling membantu, sedikitnya pendapatan perkapita rendah oleh suatu negara dapat ditingkatkan. Sehingga dapat tercipta simbisosis mutualisme antarnegara.

Pada bidang sosial-budaya, tantangan yang akan dihadapi yaitu mengenai keberagaman budaya yang dimiliki oleh negara-negara ASEAN. Keberagaman budaya ini sebenarnya merupakan suatu kekayaan yang patut dibanggakan, namun bisa menjadi bumerang bagi negara-negara ASEAN apabila tidak bisa mengotrol keanekaragaman budaya tersebut. Hal yang dikhawatirkan yaitu apabila perbedaan ini tidak bisa dikontrol maka dapat menimbulkan perpecahan yang seharusnya dijauhi.

Sosialisasi kepada seluruh masyarakat tentang komunitas ASEAN 2015 sebaiknya juga mulai dilakukan. Sehingga semua masyarakat diharapkan dapat memiliki pemahaman yang cukup tentang komunitas ASEAN 2015. Selain itu, sesama negara anggota ASEAN, sebaiknya tidak ada lagi perselisihan yang terjadi. Negara ASEAN harus saling bekerjasama dan membantu guna meningkatkan kesejahteraan tiap-tiap negara.

Peran ASEAN Blogger sebagai Jembatan Komunitas ASEAN 2015
Komunitas ASEAN 2015 tentu tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari rakyat anggota negara-negara ASEAN. Diperlukan partisipasi rakyat guna membangun komunitas ASEAN 2015. Rakyat yang merupakan aset berharga harus ikut serta dalam mendukung serta membangun komunitas ASEAN 2015. Rakyat bukan saja harus selalu ikut secara aktif, tetapi juga dapat secara pasif, melalui blog, seperti memberikan ide dan/atau opininya bagi komunitas ASEAN 2015.

Pada tampilan website dari ASEAN Blogger chapter Indonesia, dapat dilihat tulisan ‘ASEAN Blogger Bridging ASEAN Community’ yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu ASEAN Blogger menjembatani Komunitas ASEAN. Ini menunjukkan bahwa ASEAN Blogger berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan para blogger dengan komunitas ASEAN. Melalui ASEAN Blogger, seluruh masyarakat negara-negara ASEAN dapat saling berhubungan. Tanpa bertatapan langsung, mereka dapat saling berbagi informasi, saling memberii komentar. Inilah mengapa ASEAN Blogger dapat disebut sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat jarak jauh yang berada di berbeda wilayah negara sekalipun.

Di zaman globalisasi ini, kebanyakan orang sudah mengenal internet. Dari masyarakat biasa hingga para pejabat, kata internet tidak asing lagi. Bahkan sekarang siapa yang tidak tahu dengan internet dianggap tidak gaul. Berbagai macam social networking sudah banyak yang diikuti oleh masyarakat seperti facebook, twitter, dan lainnya. Free website seperti blog pun tidak kalah peminatnya. Melalui blog, orang dapat dengan mudahya berkarya, menulis, berbagi informasi, pengalaman dan masih banyak lagi.

Pembentukan komunitas ASEAN Blogger chapter Indonesia tentu harus didukung oleh rakyat  Indonesia. Melalui pembentukan komunitas ASEANBlogger tersebut, semua rakyat, khususnya para blogger, dapat berpartisipasi membangun komunitas ASEAN 2015. Lalu, apa yang dapat dilakukan komunitas blogger di ASEAN untuk mendukung komunitas ASEAN 2015. Para komunitas blogger dapat menggunakan media blog sebagai :
  • Media sumbangsih ide dan/atau opini. Para blogger dapat menuliskan ide, kreativitas, atau sekedar pendapatnya dalam membangun komunitas ASEAN 2015. 
  • Media berbagi informasi. Melalui ASEAN Blogger, informasi dapat disebarkan sehingga masyarakat lebih mudah mengetahui.
  • Media pertemuan masyarakat dari negara-negara anggota. Meskipun tidak bertatap muka secara langsung, masyarakat negara anggota ASEAN dapat berkomunikasi melalui media blog. Mereka dapat berkomunikasi, secara tidak langsung, dan saling berbagi ilmu. 
  • Media promosi dan sosialisasi. Blog tentu saja dapat dijadikan media melakukan promosi melihat banyaknya pemakai internet kini yang melakukan iklan atau mencari informasi melalui internet. Selain itu, melalui blog juga dapat disosialisasikan mengenai komunitas ASEAN 2015.
Melalui media blog ini pun, semua kalangan dapat berpartisipasi, dari yang muda hingga yang tua. Hal ini justru semakin lebih baik karena dapat menampung berbagai ide dari beragam jenis manusia. Terutama pemuda-pemuda yang masih memiliki pemikiran yang fresh dan diharapkan dapat memberikan sumbangsih kreativitas dan idenya melalui ASEAN Blogger guna membangun komunitas ASEAN 2015 menjadi komunitas yang lebih baik lagi. Dukung Komunitas ASEAN 2015! ASEAN,satu visi, satu identitas, satu komunitas.

What's my name mean?

Rabu, 10 Agustus 2011 17:57 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Hey! :D
Anyone knows meaning from my name? Okay, I want to tell you :) Check this out :

Perkenalkan, my name is Sania.
Bukaaaan, itu bukan nama minyak goreng!! Itu memang nama saya -__-'
Biasanya orang yang baru ketemu saya, terus kalo nanya nama saya, komentarnya 'oh, minyak goreng ya' atau 'it's like frying oil name' (kalo guru di global sih selalu komentarnya gitu). Ngomongin minyak. Huh.
Intinya, NAMA SAYA TIDAK MENIRU NAMA MINYAK GORENG #emosi #allcapslock. Saya lahir duluan daripada si minyak peniru nama itu. Jadi, minyak itu yang meniru nama saya!
Sayangnya, iklan 'Sania' lebih gencar sehingga 'Sania' yang meniru nama saya itu lebih eksis daripada saya. Dasar! Lo cuma menang promosi!
Back to topic yaaa

Sania itu artinya (bacanya pake irama di iklan) hidup awet tanpa bahan pengawet.
Eh bukan ya? Maap.
Kalo kata ortu saya sih Sania itu artinya anak kedua. Sebenernya nama saya itu maunya Tsania, tapiiii gara-gara suatu alasan yang saya tidak tahu apa, akhirnya nama saya Sania :) Saya memang anak kedua, dari tiga bersaudara.

Terus arti dari Rifa
Rifa itu bisa diartikan dalam dua hal.
Pertama Rifa itu singkatan nama. R, nama ibu saya. I, nama bapak saya. F, nama kakek saya dari ibu. A, nama kakek saya dari bapak.
Kedua, katanya sih Rifa itu artinya mufakat. Weee, berarti gue orangnya seneng mencapai mufakat dong. Haha

Terakhir arti dari Zaharadina
Ternyata zahara itu sama aja kayak zahra yang artinya bunga. Dan kalo dina sama aja kayak addin yang artinya agama. Jadi zaharadina itu artinya bunga agama.

Subhanallah, bagus banget emang nama yang dikasih oleh orang tua. Artinya juga bagus!
Semoga nama yang diberikan itu menjadi doa bagi saya dan dapat saya pikul sesuai dengan artinya. Amin.

Nama kalian tentunya juga mempunyai arti kan? Jadi, syukuri nama yang kalian miliki :) Nama adalah doa.


I'm proud to be Sania Rifa Zaharadina! ;) How about you?

Biodata Setan

Senin, 21 Maret 2011 19:47 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar


Hmm, udah baca judulnya kan? Ya, kali ini aku mau nge.post tentang biodata setan.
Jadi ceritanya gini, hari minggu, aku pergi ke PIM terus ke kharisma.. Naah, di sana kerjaan ngeliatin novel, komik. Akhirnya aku ngeliat satu buku yang udah gak perawan lagi, maksudnya udah gak ada bungkus plastiknya lagi. Aku lupa apa judulnya, pokoknya tentang setan gitu deh.. Jadi, tanpa melewatkan kesempatan emas buat baca buku itu, aku pun langsung baca. (Dibeli woy bukunya itu, jangan cuma baca di situ) Haha, maklumlah lagi bokek jadi gak beli. Alhasil, abis baca itu aku tertarik dan menjepret halaman yang terkandung biodata setan.nya itu..
So check this out, guys......

SETAN
Nama                   : Setan
Nenek moyang     : Iblis
Hari jadi               : Tahun perintah sujud kepada Adam
Agama                 : Kafir
Alamat                 : Hati orang-orang yang lalai
Pekerjaan             : Menggoda dan menyesatkan manusia
Gelar                    : Penggoda ulung
Jabatan                 : Presiden negeri kekufuran dan kemusyrikan
Masa kerja           : Sejak diusir dari surga sampai hari kiamat
Wewenang           : Merayu dan menggoda manusia
Senjata                 : Seks, harta, takhta, dan perhiasan dunia lainnya
Kepribadian          : sombong dan angkuh
Cita-cita                : menjerumuskan semua manusia ke neraka
Istri                       : Siapa saja yang membuka dan memamerkan auratnya
Anak angkat          : siapa saja yang durhaka kepada ibu bapaknya
Saudara                 : orang-orang yang boros
Sahabat                 : orang-orang sombong, riya, tamak, hasud, dan zalim
Musuh bebuyutan  : Adam as. dan orang-orang beriman
Tempat favorit       : Bar, diskotek, lokalisasi prostitusi, dan tempat-tempat kotor
Hal yang disenangi : Menyesatkan manusia dari ajaran Allah
Hal yang ditakuti    : Zikir dan bacaan Al-qur'an

Diberdayakan oleh Blogger.