Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Cerita Seekor Kambing dan Dua Remaja yg Cantik Hatinya

Senin, 15 Oktober 2012 17:38 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Ada dua kakak-adik perempuan, satu namanya Puteri (usia 13 tahun, SMP), satu lagi namanya Ais (usia 16 tahun, SMA). Mereka tidak beda dengan jutaan remaja lainnya, meski tdk berlebihan, juga ikutan gelombang remaja yg menyukai budaya populer saat ini, seperti lagu2, boyband, film2, dsbgnya. Kabar baiknya, dua anak ini memiliki pemahaman yg
baik, berbeda, dan itu akan menjadi bagian penting dalam cerita ini.

Suatu hari, guru agama di sekolah Puteri menyuruh murid2nya utk membuat karangan tentang berkurban. Ini jadi muasal cerita, jika murid-murid lain hanya sibuk membaca sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, lantas menulis karangan, Puteri, entah apa pasal, memasukkan cerita hebat itu sungguh2 dalam hatinya. Tercengang. Dia bahkan bertanya pd orang tuanya, di meja makan, apakah keluarga mereka pernah berkurban. Setelah saling tatap sejenak, orang tua mereka menggeleng, tidak pernah. Ayah mereka buruh pabrik, Ibu mereka karyawan honorer, ibarat gentong air, jumlah rezeki yg masuk ke dalam gentong, dengan jumlah yg keluar, kurang lebih sama, jd mana kepikiran untuk berkorban.

Puteri memikirkan fakta itu semalaman, dia menatap kertas karangannya, bahwa keluarga mereka tidak pernah berkorban, padahal dulu, Nabi Ibrahim taat dan patuh mengorbankan anaknya. Bagaimana mungkin? Tidakkah pernah orang tua mereka terpikirkan untuk berkorban sekali saja di keluarga mereka? Puteri mengajak bicara kakaknya Ais. Dan seperti yg saya bilang sebelumnya, dua anak ini spesial, mereka memiliki pemahaman yg baik, bahkan lebih matang dibanding orang2 dewasa. Maka, mereka bersepakat, mereka akan melakukan sesuatu.

Uang jajan Puteri sehari 8.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 4.000 utk jajan dan keperluan lain. Uang jajan Ais, 10.000 perak, dikurangi untuk naik angkot, bersisa 6.000, juga utk jajan dan keperluan lain. Mereka bersepakat selama enam bulan ke depan hingga hari raya kurban, akan menyisihkan uang jajan mereka. Puteri memberikan 2.000, Ais memberikan 3.000 per hari.

Enam bulan berlalu, mereka berhasil mengumpulkan uang 1,1 juta rupiah. Menakjubkan. Sebenarnya dari uang jajan, mereka hanya berhasil menabung 600.000, mereka juga harus mengorbankan banyak kesenangan lain. Membeli buku bacaan misalnya, seingin apapun mereka memiliki novel2 baru, jatah bulanan utk membeli buku mereka sisihkan, mending pinjam, atau baca gratisan di page/blog, sama saja. Mereka juga memotong besar2an jatah pulsa dari orang tua, itu juga menambah tabungan. Juga uang hadiah ulang tahun dari tante/om/pakde/bude. Alhasil, enam bulan berlalu, dua minggu sebelum hari raya kurban, mereka punya uang 1,1 juta.

Aduh, ternyata, saat mereka mulai nanya2, harga kambing di tempat penjualan2 kambing itu minimal 1,3 juta. Puteri sedih sekali, uang mereka kurang 200rb. Menunduk di depan barisan kambing yg mengembik, dan Mamang penjualnya sibuk melayani orang lain. Tapi kakaknya, Ais, yg tidak kalah semangat, berbisik dia punya ide bagus, menarik tangan adiknya utk pulang. Mereka survei, cari di internet. Tidak semua harga kambing itu 1,3 juta. Di lembaga amil zakat terpercaya, dengan aliansi bersama peternakan besar, harga kambing lebih murah, persis hanya 1.099.000. Dan itu lebih praktis, tdk perlu dipotong di rumah. Dan tentu saja boleh2 saja nyari harga kambing yg lebih murah sepanjang memenuhi syarat kurban. Senang sekali Puteri dan Ais akhirnya membawa uang tabungan mereka ke counter tebar hewan kurban tsb. Uang lembaran ribuan itu menumpuk, lusuh, kusam, tapi tetap saja uang, bahkan aromanya begitu wangi jika kita bisa mencium ketulusan dua kakak-adik tsb.

Mereka berdua tdk pernah bercerita ke orang tua soal kurban itu. Mereka sepakat melupakannya, hanya tertawa setelah pulang, saling berpelukan bahagia. Dua bulan kemudian, saat laporan kurban itu dikirim lembaga amil zakat tersebut ke rumah, Ibunya yang menerima, membukanya--kedua anak mereka lagi main ke rumah tetangga, numpang menonton dvd film, Ibunya berlinang air mata, foto2, tempat berkurban, dan plang nama di leher kambing terpampang jelas, nama Ibunya.

Itu benar, dua kakak-adik itu sengaja menulis nama ibunya. Itu benar, dua kakak-adik itu ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Tapi di atas segalanya, dua kakak-adik itu secara kongkret menunjukkan betapa cintanya mereka terhadap agama ini. Mereka bukan memberikan sisa2 utk berkorban, mereka menyisihkannya dengan niat, selama enam bulan.

Itulah kurban pertama dr keluarga mereka. Sesuatu yg terlihat mustahil, bisa diatasi oleh dua remaja yg masih belia sekali. Besok lusa, jika ada tugas mengarang lagi dari gurunya, Puteri tdk akan pernah kesulitan, karena sejak tahun itu, Ibu dan Ayah mereka meletakkan kaleng di dapur, diberi label besar2: 'Kaleng Kurban' keluarga mereka.

*Kurang 12 hari lagi hari raya kurban, semoga ada yg tergerak setelah membaca cerita ini. Jika kita menghabiskan uang 100rb lebih setiap bulan utk pulsa internetan, dll, maka tidak masuk akal kita tdk punya uang utk berkorban. Belum lagi ratusan ribu buat makan di luar, nonton, jutaan rupiah buat beli gagdet, pakaian, dll. Begitu banyak rezeki, nikmat dari Tuhan, jangan sampai seumur hidup kita tdk pernah berkurban. Beli pulsa itu setelah menabung utk kurban, bukan sebaliknya berkurban datang dari sisa2 beli pulsa.
 
-- Repost dari facebook darwis tere liye Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan bagi diri saya dan semua yang membacanya.

Be Patient!

Rabu, 15 Agustus 2012 21:51 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar

“Orang sabar disayang Allah”

“Yang sabar ya, ini cobaan dari Allah”

Di dalam kehidupan, mungkin kita pernah mendengar kata-kata di atas. Saat kita ditimpa musibah, saat kita merasa disakiti oleh orang lain, saat kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Di saat itulah kita harus bersabar.

Berpegang pada keyakinan bahwa segala kejadian itu ada hikmah yang bisa diambil, tentu kita harus bisa membuka mata, hati dan pikiran kita. Kita harus bisa melihat hikmah dari semua sisi, baik itu sisi negatif maupun sisi positif. Kemudian kita harus bersabar, tidak menyerah, dan terus berusaha. Whatever happening to you, life still keep going.
 
Namun, terkadang kita merasa sudah terlalu sering bersabar. Kita lelah untuk bersabar. Kita lelah menunggu tanpa tahu apa yang kita tunggu. Kita berpikir bahwa tidak ada yang didapatkan dari bersabar. Hingga kita berpikir bahwa Allah tidak memberikan kita apapun, padahal kita telah banyak bersabar.

Bila kita pernah berpikiran seperti itu, satu hal yang tetap harus kita pegang teguh yaitu percaya. Kita harus tetap percaya pada Allah Swt. Kita harus percaya pada keyakinan awal kita bahwa semua kejadian itu ada hikmah yang bisa diambil. Allah Swt. berfirman dalam Surat Hud (11) ayat 115 berikut ini.

115. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan. 

Tetap bersabarlah, teman! Tetap percaya! Karena sebenarnya perjuanganmu tidak sia-sia, kesabaranmu tidak sia-sia :) Dan tentunya kesabaranmu harus disertai perjuangan tanpa kenal lelah!


Penghujung Ramadhan

Selasa, 30 Agustus 2011 22:32 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Allahuakbar...
Allahuakbar...
Allahuakbar...
La ila ha ilallahu wallahu akbar. 
Allahuakbar walillah ilham

Malam ini takbiran sudah mulai terdengar. Ehm, sebenernya malam kemarin juga sudah ada beberapa masjid yang mengeluarkan suara takbiran. Berhubung aku dan keluargaku mengikuti pemerintah, jadi hari ini aku masih berpuasa. Bingung juga kenapa masih muncul perbedaan kayak gini. Tapi intinya, gak ada yang salah, semuanya bener. Umat Islam tetap bersatu! #allahuakbar

Emang bener ya kalo udah selesai puasa ramadhan, kebanyakan orang ngomong : Gak kerasa ya bulan ramadhan udah selesai. HAHA setuju banget! kalo sekarang sih emang bener-bener gak kerasa satu bulan ramadhan itu. Tapi inget awal bulan ramadhan dulu kayaknya nunggu lama buat nyampe ke akhir ramadhan. Tapi, alhamdulillah bisa ketemu ramadhan tahun ini :) Semoga ibadah yang telah kita lakukan diterima Allah Swt. Amin.

Selanjutnya review apa aja yang udah dilakuin di Ramadhan tahun ini. Kalo mau ngereview dosanya, kayaknya gak usah deh, soalnya gak kehitung berapa banyak dosa yang telah diperbuat #astaghfirullah Jujur, kalo masalah puasa alhamdulillah lancar-lancar aja. Maksudnya lancar di sini ya kayak biasa, jalaninnya nikmat #eaaa inget perasaan kalo masih SD dulu, lapeeer banget, tapi kalo sekarang gak kerasa aja tuh sehari puasa, eh tiba-tiba udah buka puasa.

Terus gimana dengan ibadah lainnya? Kalo mau jujur sih, aku masih ngerasa kurang maksimal. Sholat tarawih, baca quran, solat duha, sama ibadah2 sunah lainnya harus bisa aku tingkatin di ramadhan tahun depan. Apalagi yang katanya lalilatul qadr itu. Pengen banget bisa dapet malam yang katanya kayak malam seribu bulan. Semoga Allah masih ngasih kesempatan ya.

Ya Allah. 
Izinkan aku bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan.
Izinkan aku menajalani rukun islam yang ketiga itu lagi.
Izinkan aku meningkatkan intensitas ibadahku.
Aku tahu, aku hanyalah hambaMu yang mempunyai banyak salah, bertumpuk dosa, diriku benar-benar jauh dari kata sempurna.
Tapi setidaknya izinkanlah aku hambaMu ini, mendekatkan diri kepadaMu.
Izinkan aku untuk bertemu denganmu, Wahai Ya Rabb. 
Suatu saat nanti..

Keputusan Tuhan

Kamis, 30 Juni 2011 19:29 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Satu hal yang harus kau lakukan setelah kau berusaha dan berdoa adalah tawakal. Sungguh, kau harus percaya pada Tuhan Yang Maha Tahu segalanya. Kau harus memberikan seluruh kepercayaanmu pada-Nya. Kau harus membiarkan Dia yang memberimu keputusan. Sehingga kau harus menerima apapun yang Dia berikan, entah hal itu akan menyenangkan dirimu atau justru membuatmu sedih. Kau harus percaya bahwa Dia tahu segalanya dan dia telah menuliskan jalan hidupmu. Kau akan mendapatkan yang terbaik. Dan seharusnya kau tahu satu hal bahwa yang 'kau inginkan' tidak selalu menjadi yang 'terbaik' bagimu.

Tuhan, Kau tahu apa yang kuinginkan. 
Aku tunggu keputusan itu. 
Sebuah keputusan yang tentunya terbaik bagiku.

DO I LOVE ALLAH MORE THAN ANYTHING?

Minggu, 26 Juni 2011 12:57 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
just copy from other blog and I think it's good for sharing to you :)


Sometimes,,

I love my sleep in the morning rather tah getting up and pray Fajr on time

I love to spend more time to read novel rather than read my Quran

I love visiting and talking with my friends in the masjid than pray sunnah tahiyyatul masjid

I love memorizing funny jokes rather than memorizing surah in the holy book

I love to chat with my friend and check my facebook rather than spending my time to do zikr

I love to finish watching my favorite TV shows rather than pause it and do my salat for 5 minutes

I prefer to say “hi” or “what’s up” to my muslim friends rather than say “assalamualaikum”

I forgot to thank ALLAH of my life today, yesterday, and inshaALLAH tomorrow

I do not realize that all the good foods I eat everyday is the blessings from ALLAH

I do not feel that ALLAH is in my heart and I still dare to add “poison” in my heart

I forgot the fact that ALLAH gave me tongue to say something nice

But,

I know, there is no perfect human, and make mistake(s) is the part of my life.

I realize the fact that ALLAH created me perfectly for the benefits of myself, my family, and the rest
of the world.

From mistakes I learn and from mistakes we will try to improve myself.

God Exists !

Selasa, 14 Juni 2011 10:17 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
A man went to a barbershop to have his hair and his beard cut as always. He started to have a good conversation with the barber who attended him. They talked about so many things on various subjects. Suddenly, they touched the subject of God.
The barber said: “Look man, I don’t believe that God exists as you say so.”
“Why do you say that?” Asked the client. 
Well, it’s so easy; you just have to go out in the street to realize that God does not exist. Oh, tell me, if God existed, would there be so many sick people? Would there be abandoned children? If God existed, there would be neither suffering nor pain. “I can’t think of a God who permits all of these things.” 
The client stopped for a moment thinking but he didn’t want to respond so as to prevent an argument. The barber finished his job and the client went out of the shop.

Just after he left the barbershop, he saw a man in the street with a long hair and beard (it seems that it had been a long time since he had his cut and he looked so untidy).
Then the client again entered the barbershop and he said to the barber: “know what? Barbers do not exist.”
“How come they don’t exist?” asked the barber. “Well I am here and I am a barber.” 
“No!” - the client exclaimed. “They don’t exist because if they did there would be no people with long hair and beard like that man who walks in the street.”
"Ah, it's their false. That's happen because they don't come to me."replied the barber.
"Yes, that's exactly what I want to say when you say God does not exist!." the client smile proudly.

Faith

Rabu, 20 April 2011 13:56 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 2 komentar
  • An Atheist Professor of Philosophy was speaking to his Class on the problem Science has with GOD, the ALMIGHTY. He asked one of his new Christian students to stand.
  • ---
  • Professor : You are a Christian, aren't you, son?
  • Student : Yes, sir.
  • Professor : So, you believe in GOD?
  • Student : Absolutely, sir.
  • Professor : Is GOD good?
  • Student : Sure.
  • Professor : Is GOD ALL - POWERFUL?
  • Student : Yes.
  • Professor : My Brother died of cancer even though he prayed to GOD to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn't. How is this GOD good then? Hmm?
  • (Student was silent)
  • Professor : You can't answer, can you? Let's start again, young fella. Is GOD Good?
  • Student : Yes.
  • Professor : Is Satan good?
  • Student : No.
  • Professor : Where does Satan come from?
  • Student : From...GOD...
  • Professor : That's right. Tell me son, is there evil in this World?
  • Student : Yes.
  • Professor : Evil is everywhere, isn't it? And GOD did make everything. Correct?
  • Student : Yes.
  • Professor : So who created evil?
  • (Student did not answer)
  • Professor : Is there Sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the World, don't they?
  • Student : Yes, sir.
  • Professor : So, who created them?
  • (Student had no answer)
  • Professor : Science says you have 5 Senses you use to Identify and Observe The World around you. Tell me, son...have you ever feen GOD?
  • Student : No, sir.
  • Professor : Tell us if you have ever heard your GOD?
  • Student : No, sir.
  • Professor : Have you ever Felt your GOD, Tasted your GOD, Smelt your GOD? Have you ever had any Sensory Perception of GOD for that matter?
  • Student : No, sir. I'm afraid I haven't.
  • Professor : Yet you still believe in HIM?
  • Student : Yes.
  • Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol, Science says your GOD doesn't exist. What do you say to that, son?
  • Student : Nothing. I only have my Faith.
  • Professor : Yes, Faith. And that is the problem Science has.
  • Student : Professor, is there such a thing as Heat?
  • Professor : Yes.
  • Student : And is there such a thing as Cold?
  • Professor : Yes.
  • Student : No, sir. There isn't...
  • (The Lecture Theatre became very quiet with this turn of events)
  • Student : Sir, you can have Lots of Heat, even More Heat, Superheat, Mega Heat, White Heat, a Little Heat or No Heat. But we don't have anything called Cold. We can hit 458 Degrees below Zero which is No Heat, but we can't go any further after that
  • There is no such thing as Cold.
  • Cold is only a Word we use to describe the Absence of Heat.
  • We cannot Measure Cold.
  • Heat is Energy.
  • Cold is Not the Opposite of Heat, sir, just the Absence of it.
  • (There was pin-drop dilence in the Lecture Theatre)
  • Student : What about Darkness, Professor? Is there such a thing as Darkness?
  • Professor : Yes. What is Night if there isn't Darkness?
  • Student : You're wrong again, sir. Darkness is the Absence of Something.
  • You can have Low Light, Normal Light, Bright Light, Flashing Light...
  • But if you have No Light constantly, you have nothing and its called Darkness, isn't it? In reality, Darkness isn't. If it is, you would be able to make Darkness Darker, wouldn't you?
  • Professor : So what is the point you are making, young man?
  • Student : Sir, my point is, your Philosophical Premise is flawed.
  • Professor : Flawed? Can you explain how?
  • Student : Sir, you are working on the Premise of Duality. You argue there is Life and then there is Death, a Good GOD and a Bad GOD. You are viewing the Concept of GOD as something finite, something we can measure.
  • Sir, Science can't even explain a Thought. It uses Electricity and Magnetism, but has never seen, much less fully understood either one.
  • To view Death as the Opposite of Life is to be ignorant of the fact that Death cannot exist as a Substantive Thing. Death is Not the Opposite of Life, just the Absence of it.
  • Now tell me, Professor, do you teach your Students that they evolved from
  • a Monkey?
  • Professor : If you are referring to the Natural Evolutionary Process, yes, of course, I do.
  • Student : Have you ever observed Evolution with your own eyes, sir?
  • (The Professor shook his head with a smile, beginning to realize where the
  • argument was going)
  • Student : Since no one has ever observed the Process of Evolution at work and Cannot even prove that this Process is an On-Going Endeavor, Are you not teaching your Opinion, sir? Are you not a Scientist but a Preacher?
  • (The Class was in uproar)
  • Student : Is there anyone in the Class who has ever seen the Professor's brain?
  • (The Class broke out into laughter)
  • Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor's brain, felt it, touched or smelt it?... No one appears to have done so.
  • So, according to the Established Rules of Empirical, Stable, Demonstrable Protocol, Science says that you have No Brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?
  • (The Room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable)
  • Professor : I guess you'll have to take them on Faith, son.
  • Student : That is it sir...Exactly!
  • GOD is FAITH.
  • That is all that Keeps Things Alive and Moving.

Tentang Ikhlas

Sabtu, 08 Januari 2011 20:00 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar

Karena sabar itu tak pernah berbatas
Yakinkan dirimu bahwa tak akan ada kata
“Kesabaranku sudah habis”
Keluar dari mulutmu

Karena ikhlas itu tak pernah berakhir
Yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada kata
“aku sudah tak sanggup lagi”
Mengalir dari bibirmu

Karena tugasmu sebagai abdi Rabb-mu
Tak akan pernah selesai
Yakinkan dirimu bahwa Rabb-mu Maha adil
Yakinkan dirimu bahwa engkau mencintai-Nya
Yakinkan dirimu bahawa engkau mati hanya untuk-Nya

Karena Rabb-mu tak pernah bisa diduakan
Yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada sesuatu
Dan seseorang dalam hatimu
Hanya Dia

Aku Cinta Allah

Rabu, 18 Agustus 2010 16:08 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Andaikan diriku bisa
Seperti yang lain
Yang Kau sayang
Yang Kau rindukan
Yang Kau cintai

*
Aku lemah tanpaMu aku lelah
Aku sungguh tak berdaya
Tolongku
Tolongku
Yaa Allah

Reff:
Setiap air mataku mengalir
Allah aku lemah dan tak berarti
Setiap derai tangis membasahi
Allah jangan tinggalkan aku lagi

**
Aku sayang Allah
Aku rindu Allah
Aku Cinta Allah

Back to *
Back to Reff
Back to **
Back to Reff

NOTE :
Lagu ini bener-bener sediih banget.
Pokoknya kalo lagi sedih trus dengerin lagu ini bawaannya pengen nangis..
Gak tau apa saya yg memang terlalu 'melankolis' atau 'terlalu perasa'
Yang pasti klo denger lagu ini jadi sedih dan bisa bwt nangis :'(

Coba deh ~

Marhaban Ya Ramadhan

Selasa, 10 Agustus 2010 20:57 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
Marhaban Ya Ramadhan, Selamat datang bulan ramadhan :D

Yaps, gak terasa kan kalo sekarang udah bulan ramadhan. Bulan yang suci, bulannya umat islam. Di bulan inilah umat islam menjalani salah salah satu rukun islam yaitu puasa. Berpuasa itu bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi juga menahan nafsu, serta niat2 buruk lainnya.

Malam ini adalah malam pertama kita sahur (bagi yang kebangun bwt sahur ;p). Jadi kita harus semangat bangun untuk sahur ya. Okok? ;) Nah, Yang dikhawatirkan hari pertama puasa udah males-malesan kayakmana hari selanjutnya? Gak kebayang deh. Mugkin udah gak puasa lagi *astaghfirullah, jangan sampe*

Oh ya, di bulan yang suci ini, saya mau minta maaf kepada semua orang yang telah saya sakiti secara tidak sengaja ataupun secara sengaja. Maaf ya :( *AWAS, kalo gak maapin, siap-siap di. kill* Weiss, kidding.. Haha, yang penting kita saling memaafkan dengan hati ikhlas sehingga puasa serta ibadah yang akan kita jalani diterima oleh Allah Swt. Amin.

Hmmm, saya kira cukup sampai disini. Harus cepet tidur soalnya besok pagi adalah sahur pertama jadi harus bisa bangun pagi.

Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan hati gembira sehingga ibadah yang akan kita jalani pun terasa nikmat. Siap? ;)

Okay, See you in another story :D

Words In Holy Quran

Minggu, 08 Agustus 2010 17:45 Diposting oleh Sania Rifa Zaharadina 0 komentar
The Most Selfish One-Letter Word
"I"
Avoid It
(Surah Al Kahf 18:34)

The Most Satisfying Two-Letter Word
"WE"
Use It
Surah Al An'am 6:71-72

The Most Poisonous Three-Letter Word
"EGO"
Kill It
Surah Al Qasas 28:78

The Most Used Four-Letter Word
"LOVE"
Value It
(Surah Al Rum 30:21)

The Most Pleasing Five Letter Word
"SMILE"
Keep It
(Surah Al Najm 53:43)

The Fastest Spreading Six-Letter Word
"RUMOUR"
Ignore It
(Surah Al Hujurat 49:12)

The Hardest Working Seven Letter Word
"SUCCESS"
Achieve It
(Surah Al Nur 24:37-38)

The Most Enviable Eight-Letter Word
"JEALOUSY"
Distance It
(Surah Yusuf 12:8-9)

The Most Powerful Nine-Letter Word
"KNOWLEDGE"
Acquire It
(of Allah & the Holy Qu'ran) Surah Ya Sin 36:2 Surah Yusuf 12:2

The Most Essential Ten-Letter Word
"CONFIDENCE"
Trust It
(Trust in Allah's Guidance)
Surah Yunus 10: 9 - Surah Al Tawbah 9:51
.

Diberdayakan oleh Blogger.